Panenjoan Sampalan – Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus berupaya memperluas sektor pariwisata melalui pengembangan destinasi baru yang mengedepankan potensi alam dan keterlibatan masyarakat setempat. Salah satu kawasan yang kini menjadi fokus pengembangan adalah Panenjoan Sampalan yang berada di Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung. Pemerintah daerah menilai kawasan tersebut memiliki daya tarik yang layak di kembangkan menjadi desa wisata dengan konsep berkelanjutan.

Melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, berbagai tahapan persiapan mulai dilakukan, mulai dari survei lapangan hingga penyusunan rencana pengembangan kawasan. Langkah tersebut bertujuan agar potensi wisata yang di miliki Panenjoan Sampalan dapat di manfaatkan secara optimal sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Panenjoan Sampalan Miliki Potensi Wisata Alam yang Menjanjikan

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menjelaskan bahwa nama Panenjoan Sampalan sebenarnya sudah cukup di kenal oleh sebagian masyarakat. Namun, masih banyak yang belum mengetahui lokasi sebenarnya karena adanya kesalahpahaman mengenai letak geografis kawasan tersebut.

Sebagian orang mengira Panenjoan berada di kawasan Geopark Ciletuh atau bahkan di wilayah Cibadak. Padahal, destinasi tersebut terletak di Kampung Sampalan, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah melakukan sosialisasi sekaligus memperkenalkan lokasi yang memiliki panorama alam tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

Kejelasan mengenai lokasi di nilai penting agar promosi wisata di masa mendatang dapat di lakukan secara tepat dan tidak menimbulkan kebingungan bagi wisatawan yang ingin berkunjung.

Dinas Pariwisata Lakukan Survei dan Pemetaan Kawasan

Sebagai bagian dari proses pengembangan, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama pemerintah desa setempat. Kegiatan tersebut di dampingi Kepala Desa Bojonggaling, Feri, guna melihat secara langsung kondisi kawasan sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat di kembangkan.

Survei lapangan menjadi tahapan awal dalam penyusunan konsep pengembangan desa wisata. Pemerintah ingin memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi alam, aksesibilitas, hingga potensi yang dapat di jadikan daya tarik utama bagi wisatawan.

Hasil identifikasi tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun cetak biru atau master plan pengembangan Panenjoan Sampalan sehingga pembangunan yang di lakukan tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat.

Pemandangan alam Panenjoan Sampalan di Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Sukabumi yang dipersiapkan menjadi desa wisata baru berbasis alam.

Panenjoan Sampalan

Pengembangan Dilakukan dengan Tetap Menjaga Kelestarian Alam

Ali Iskandar menegaskan bahwa tidak seluruh kawasan akan di bangun secara masif. Pemerintah akan menentukan area-area tertentu yang layak di kembangkan menjadi fasilitas wisata. Sementara sebagian lainnya akan tetap di pertahankan dalam kondisi alami.

Pendekatan tersebut dilakukan agar keindahan lanskap tetap terjaga sekaligus memberikan pengalaman wisata yang autentik kepada pengunjung. Kawasan yang memiliki nilai estetika tinggi akan di tampilkan sebagai daya tarik utama. Sedangkan wilayah yang sensitif terhadap perubahan akan di pertahankan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan kawasan, baik dari sektor swasta maupun masyarakat lokal. Kolaborasi tersebut di harapkan mampu mempercepat pembangunan tanpa menghilangkan karakter asli wilayah.

Akses Menuju Lokasi Masih Menjadi Tantangan

Dalam proses peninjauan, rombongan harus melewati jalur setapak yang berada di kawasan pedalaman. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa akses menuju Panenjoan Sampalan masih memerlukan perhatian apabila nantinya di tetapkan sebagai destinasi wisata.

Meski demikian, keterbatasan akses tidak mengurangi kekaguman terhadap panorama yang di miliki kawasan tersebut. Justru suasana alami, udara yang masih bersih, serta lingkungan yang belum banyak tersentuh pembangunan menjadi nilai tambah yang dapat menarik wisatawan pencinta wisata alam.

Pengembangan infrastruktur nantinya akan di rancang secara bertahap agar mempermudah mobilitas pengunjung tanpa merusak karakter alam yang menjadi daya tarik utama kawasan.

Desa Wisata Di harapkan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Pengembangan Panenjoan Sampalan tidak hanya bertujuan menghadirkan destinasi wisata baru, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat Desa Bojonggaling. Kehadiran desa wisata di harapkan mampu membuka berbagai peluang ekonomi. Mulai dari penyediaan homestay, kuliner khas daerah, kerajinan lokal, hingga jasa pemandu wisata.

Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, masyarakat berpeluang memperoleh sumber pendapatan baru yang berkelanjutan. Konsep pariwisata berbasis masyarakat juga di yakini mampu menjaga kelestarian budaya lokal. Sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap destinasi wisata yang di kembangkan.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis Panenjoan Sampalan memiliki prospek besar untuk menjadi salah satu destinasi unggulan di wilayahnya. Melalui perencanaan yang matang, pengelolaan yang berkelanjutan, serta dukungan masyarakat setempat. Kawasan ini di harapkan mampu berkembang menjadi desa wisata yang menawarkan keindahan alam sekaligus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.