Wisata Kereng Bangkirai – Kalimantan Tengah kembali menghadirkan destinasi wisata alam yang unik dan berbeda dari kebanyakan tempat di Indonesia. Di kawasan pinggiran Kota Palangka Raya, tepatnya di Kecamatan Sebangau, terdapat sebuah lokasi wisata yang memikat perhatian karena keindahan airnya yang berwarna hitam pekat seperti tinta. Tempat ini di kenal sebagai Dermaga Kereng Bangkirai, destinasi yang kini berkembang menjadi ikon ekowisata unggulan di wilayah tersebut.
Keunikan utama kawasan ini terletak pada fenomena air hitam dari rawa gambut yang justru menciptakan efek visual menakjubkan. Permukaan airnya mampu memantulkan langit, pepohonan, serta aktivitas perahu tradisional layaknya cermin alami berukuran raksasa. Pemandangan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang sekaligus eksotis.
Transformasi dari Pelabuhan Lama Menjadi Destinasi Wisata
Sebelum di kenal sebagai objek wisata, kawasan Kereng Bangkirai dulunya merupakan pelabuhan yang cukup ramai. Berbagai komoditas dari Pulau Jawa seperti buah-buahan, bahan pokok, hingga material bangunan pernah di bongkar muat di tempat ini. Aktivitas ekonomi tersebut sempat berhenti total setelah terjadi konflik sosial pada awal 2000-an.
Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Warga setempat berinisiatif menghidupkan kembali kawasan ini dengan fungsi yang berbeda. Dermaga kemudian di manfaatkan sebagai lokasi latihan olahraga dayung, bahkan sempat menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat nasional. Seiring waktu, tempat ini terus berkembang hingga akhirnya dikelola sebagai kawasan wisata berbasis lingkungan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Kini, wajah Kereng Bangkirai berubah total. Deretan rumah apung, warung tradisional, dan fasilitas wisata mulai bermunculan, menciptakan suasana yang nyaman bagi pengunjung.
Pesona Air Hitam dan Kekayaan Alam Gambut
Warna hitam pada air di kawasan ini bukanlah tanda pencemaran, melainkan hasil alami dari ekosistem gambut yang kaya akan bahan organik. Meski terlihat gelap, airnya tetap jernih dan aman. Fenomena ini justru menjadi ciri khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Selain keunikan airnya, kawasan ini juga menawarkan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. Hutan rawa gambut di sekitarnya menjadi habitat berbagai flora dan fauna khas Kalimantan. Wisatawan berkesempatan melihat tanaman rasau yang tumbuh subur serta satwa liar seperti burung rangkong, bekantan, hingga biawak.
Suasana alam yang masih asri membuat pengalaman menyusuri sungai terasa lebih hidup, terutama dengan suara burung dan aktivitas alami satwa liar yang sesekali muncul.

Foto: Wisata air hitam Dermaga Kereng Bangkirai, Palangka Raya.
Ragam Aktivitas Wisata yang Menarik
Tidak hanya menawarkan panorama, Dermaga Kereng Bangkirai juga menghadirkan berbagai aktivitas seru yang bisa di nikmati semua kalangan. Pengunjung dapat mencoba susur sungai menggunakan perahu tradisional seperti kelotok atau getek untuk merasakan langsung keindahan hutan gambut.
Salah satu fasilitas favorit adalah pondok terapung atau rumah apung. Di tempat ini, wisatawan bisa bersantai sambil menikmati suasana air, bahkan melakukan aktivitas sederhana seperti minum kopi atau berkumpul bersama keluarga.
Selain itu, tersedia juga wahana air seperti sepeda bebek dan perahu kecil untuk berkeliling di sekitar dermaga. Bagi yang menyukai petualangan, perjalanan menuju kawasan Batu Ampar bisa menjadi pilihan menarik. Perjalanan ini menawarkan pengalaman berbeda dengan pemandangan alam terbuka yang cocok untuk berfoto.
Tidak ketinggalan, terdapat menara pandang dan jembatan kayu yang sering di manfaatkan sebagai spot foto karena latar belakangnya yang estetik dan alami.
Akses Mudah dan Fasilitas Lengkap
Lokasi Dermaga Kereng Bangkirai tergolong strategis dan mudah dijangkau dari pusat Kota Palangka Raya. Dengan jarak sekitar 11 hingga 12 kilometer, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 20 hingga 30 menit menggunakan kendaraan.
Fasilitas yang tersedia di kawasan ini cukup memadai untuk menunjang kenyamanan wisatawan. Mulai dari area parkir luas, toilet bersih, musala, gazebo untuk bersantai, hingga deretan warung yang menyediakan kuliner lokal. Bahkan, terdapat penginapan sederhana bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana lebih lama.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Wisata ini buka setiap hari dari pagi hingga sore. Namun, waktu terbaik untuk datang adalah pada pagi atau menjelang sore hari. Selain cuaca yang lebih nyaman, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan matahari terbenam yang memukau.
Saat senja, langit yang berwarna keemasan akan terpantul di permukaan air hitam, menciptakan suasana romantis dan menenangkan. Aktivitas masyarakat lokal seperti memancing juga menambah keaslian pengalaman wisata di tempat ini.
Dengan segala keunikan dan daya tariknya, Dermaga Kereng Bangkirai menjadi bukti bahwa kekayaan alam Indonesia, khususnya ekosistem gambut, dapat di kembangkan menjadi destinasi wisata yang tidak hanya indah tetapi juga edukatif.