Kejadian tersebut mengundang perhatian publik karena tingkat kekerasan yang terjadi serta kondisi korban yang cukup serius. Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, korban mengalami luka bakar hingga 40 persen yang tersebar di beberapa bagian tubuhnya.
Kronologi Kejadian Berawal dari Antrean Penumpang
Insiden tragis ini bermula saat korban tengah menunggu penumpang atau “ngetem” di depan kantor Kecamatan Tanah Abang. Dalam situasi tersebut, pelaku datang menggunakan angkot dan langsung menyerobot antrean yang sudah ada.
Tindakan tersebut memicu teguran dari korban. Namun, pelaku di duga tidak menerima teguran tersebut. Situasi yang awalnya hanya berupa perselisihan kecil berubah menjadi tindakan kekerasan yang membahayakan.
Pelaku kemudian memutar arah dengan kendaraannya dan kembali mendekati angkot milik korban. Dalam kondisi tersebut, pelaku berhenti tepat di samping kendaraan korban dan langsung melakukan aksi penyerangan.
Pelaku Siram Bensin dan Bakar Korban
Tanpa banyak interaksi, pelaku membuka pintu sopir angkot korban. Ia kemudian menyiramkan bensin ke arah tubuh korban yang saat itu masih berada di dalam kendaraan. Setelah itu, pelaku menyalakan api menggunakan korek, yang langsung memicu kebakaran.
Api dengan cepat membakar tubuh korban serta kendaraan angkot yang berada di lokasi kejadian. Situasi menjadi panik dan membahayakan, mengingat kejadian berlangsung di area publik yang cukup padat aktivitas.
Akibat tindakan tersebut, angkot milik korban hangus terbakar. Sementara itu, korban mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuhnya, termasuk punggung, sisi kiri tubuh, serta area lainnya.

Angkot yang terbakar di dekat kantor Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat (25/4/2026).
Kondisi Korban Masih Kritis dan Jalani Perawatan Intensif
Setelah kejadian, korban segera di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Saat ini, korban masih dalam kondisi membutuhkan perawatan intensif.
Pihak kepolisian menyampaikan bahwa korban mengalami luka bakar sekitar 40 persen, dengan sebaran luka di bagian telinga, lengan kiri, pinggang, dan paha kiri. Kondisi tersebut tergolong serius dan memerlukan tindakan medis lanjutan.
Korban juga dilaporkan menjalani transfusi darah karena kadar hemoglobin (HB) yang rendah. Selain itu, tim medis telah merencanakan tindakan operasi untuk menangani luka bakar yang dialami korban.
Polisi Periksa Saksi dan Buru Pelaku
Dalam proses penyelidikan, pihak kepolisian telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Keterangan para saksi di harapkan dapat membantu mengungkap lebih jelas kronologi serta motif di balik tindakan pelaku.
Sementara itu, pelaku yang di ketahui berinisial P masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Setelah melakukan aksi pembakaran, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Pihak berwenang terus melakukan upaya pencarian dan mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku untuk segera melapor.
Kasus Kekerasan Jadi Sorotan Publik
Peristiwa ini kembali menyoroti potensi konflik di ruang publik yang dapat berujung pada tindakan kekerasan ekstrem. Perselisihan kecil yang tidak dikelola dengan baik dapat berkembang menjadi kejadian yang membahayakan keselamatan jiwa.
Kasus ini juga menjadi perhatian terkait keamanan dan ketertiban di sektor transportasi umum, khususnya di kawasan padat seperti Tanah Abang. Di harapkan adanya peningkatan pengawasan serta kesadaran bersama untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Hingga saat ini, kondisi korban masih dalam pemantauan intensif oleh tim medis, sementara aparat kepolisian terus memburu pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.