Valentino Rossi memiliki gaya balap yang membuat Jorge Lorenzo terus belajar selama keduanya membela Yamaha di MotoGP. Meski berbagi garasi selama tujuh musim dan sama-sama mengendarai motor kompetitif, Lorenzo mengaku tidak pernah berhasil menguasai salah satu teknik paling khas milik Rossi. Menurut juara dunia MotoGP tiga kali itu, faktor fisik dan bakat alami membuat teknik tersebut hampir mustahil ditiru oleh pebalap lain.
Hubungan Lorenzo dan Rossi di Yamaha memang penuh persaingan. Keduanya beberapa kali terlibat duel sengit dalam perebutan kemenangan maupun gelar juara dunia. Namun, persaingan itu tidak menghalangi Lorenzo untuk mengamati setiap detail gaya membalap Rossi demi meningkatkan performanya di lintasan.
Lorenzo Pelajari Banyak Hal dari Rossi
Dalam wawancara di kanal YouTube Fast & Curious, Jorge Lorenzo mengungkapkan bahwa dirinya selalu memperhatikan cara Valentino Rossi mengendarai motor. Ia mencoba memahami berbagai kebiasaan Rossi saat memasuki tikungan, mengatur kecepatan, hingga melakukan pengereman.
Lorenzo mengaku berhasil mengambil beberapa pelajaran penting dari mantan rekan setimnya itu. Meski begitu, ia tetap menemukan satu teknik yang tidak pernah bisa ia praktikkan dengan sempurna.
Menurut Lorenzo, Rossi memiliki kebiasaan mengoperasikan rem depan ketika motor masih melaju dengan kecepatan tinggi di gigi enam. Bahkan, Rossi mulai menyentuh rem sebelum benar-benar menutup putaran gas.
Teknik tersebut membuat proses pengereman berlangsung lebih halus sekaligus menjaga kestabilan motor ketika mendekati tikungan.
Ukuran Tangan Rossi Memberi Keuntungan
Lorenzo mengaku sempat mencoba menerapkan teknik yang sama saat masih aktif membela Yamaha. Namun, ia segera menyadari bahwa tubuhnya tidak mendukung manuver tersebut.
Ia menjelaskan bahwa ukuran tangan Valentino Rossi jauh lebih besar. Kondisi itu memudahkan Rossi mengendalikan bukaan gas dan rem depan secara bersamaan. Sebaliknya, Lorenzo merasa kesulitan melakukan dua gerakan itu dalam waktu yang sama.
Karena alasan tersebut, Lorenzo memilih cara berbeda setiap kali memasuki zona pengereman. Ia selalu menutup gas terlebih dahulu sebelum menarik tuas rem depan.
Menurutnya, metode itu lebih sesuai dengan karakter fisiknya. Ia juga merasa lebih nyaman menggunakan teknik tersebut selama menjalani balapan.
Lorenzo menegaskan bahwa ia memang mampu mempelajari beberapa kebiasaan Rossi. Namun, teknik pengereman khas pebalap Italia itu tetap menjadi pengecualian.

Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo semasa satu tim.
Kemampuan Menikung Rossi Sulit Disamai
Selain menyoroti teknik pengereman, Lorenzo juga membahas kemampuan Valentino Rossi saat memasuki tikungan, terutama tikungan ke kiri. Ia menilai kemampuan tersebut lahir dari kombinasi pengalaman panjang dan bakat alami.
Menurut Lorenzo, Rossi memiliki koordinasi tubuh yang sangat baik. Hubungan antara respons otak dan gerakan tubuh membuat Rossi mampu menentukan titik masuk tikungan dengan sangat presisi.
Keunggulan tersebut membuat Rossi mempertahankan kecepatan lebih baik di bandingkan banyak rivalnya. Akibatnya, ia sering keluar dari tikungan dengan posisi yang lebih menguntungkan.
Lorenzo menilai latihan saja tidak cukup untuk menghasilkan kemampuan seperti itu. Ia percaya setiap pebalap memiliki karakter fisik dan koordinasi tubuh yang berbeda sehingga tidak semua orang mampu meniru gaya Rossi.
Keunggulan Rossi Menghasilkan Selisih Waktu Penting
Lorenzo memperkirakan kemampuan Rossi saat memasuki tikungan mampu memberinya keuntungan sekitar dua persepuluh detik dalam satu tikungan. Meski terlihat kecil, selisih waktu tersebut sangat berharga di MotoGP karena dapat menentukan posisi saat balapan berlangsung.
Keunggulan itu juga menjelaskan mengapa Rossi sering tampil kompetitif dalam duel jarak dekat. Ia mampu menjaga ritme balapan sekaligus mempertahankan kecepatan tanpa kehilangan kendali atas motor.
Bagi Lorenzo, kelebihan tersebut bukan sekadar hasil latihan. Ia melihat faktor bakat alami berperan besar dalam membentuk gaya balap Rossi yang khas.
Teknik Khas Rossi Menjadi Senjata Meraih Gelar Dunia
Valentino Rossi membangun reputasi sebagai salah satu pebalap dengan teknik pengereman paling efektif sepanjang sejarah MotoGP. Banyak pengamat mengagumi kemampuannya menjaga kecepatan ketika memasuki tikungan tanpa mengorbankan stabilitas motor.
Kombinasi teknik, pengalaman, serta insting balap membantu Rossi mengoleksi tujuh gelar juara dunia MotoGP bersama Honda dan Yamaha. Prestasi tersebut mengukuhkan namanya sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah balap motor.
Pengakuan Jorge Lorenzo semakin memperlihatkan bahwa kesuksesan Rossi tidak hanya berasal dari motor yang kompetitif. Kemampuan fisik, koordinasi tubuh, pengalaman panjang, dan bakat alami berpadu menjadi modal utama yang membuat teknik balapnya sulit di tiru, bahkan oleh rekan setim sekaligus rival terdekatnya sendiri.