Gelombang Panas – kembali menghadirkan temperatur ekstrem di Spanyol meskipun musim panas telah memasuki periode akhir. El Granado yang berada di wilayah Andalusia mencatat suhu mencapai 45,7 derajat Celsius pada Kamis (3/9/2026).

Catatan tersebut menjadi temperatur tertinggi di Spanyol sepanjang 2026 hingga awal September. Selain itu, angka 45,7 derajat Celsius menyamai rekor suhu tertinggi pada September yang pernah tercatat di negara tersebut.

Sebelumnya, Montoro di Andalusia mencatat temperatur pada level yang sama pada September 2016. Dengan demikian, dua wilayah di Andalusia kini sama-sama memegang catatan suhu September tertinggi di Spanyol.

Badan Meteorologi Spanyol (AEMET) menjelaskan bahwa lonjakan temperatur tersebut muncul ketika gelombang panas melanda beberapa bagian negara itu. Kondisi ini membuat sejumlah daerah tetap menghadapi cuaca sangat panas meskipun kalender telah memasuki September.

Sejumlah Wilayah Spanyol Menghadapi Suhu di Atas 40 Derajat Celsius

Cuaca panas tidak hanya terjadi di El Granado. Selama sepekan terakhir, sejumlah daerah di bagian selatan dan barat Spanyol juga menghadapi temperatur yang melampaui 40 derajat Celsius.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa panas ekstrem masih bertahan setelah berakhirnya periode utama musim panas. Bahkan, tingginya temperatur membuat otoritas meteorologi meningkatkan tingkat kewaspadaan di beberapa daerah.

Pada Kamis, AEMET sempat menetapkan peringatan merah untuk bahaya panas di beberapa wilayah kecil Andalusia. Peringatan merah merupakan level tertinggi dalam sistem peringatan cuaca di Spanyol.

Penetapan tersebut juga menciptakan catatan tersendiri. Untuk pertama kalinya, Spanyol mengaktifkan peringatan merah akibat panas pada September sejak sistem peringatan itu mulai berlaku pada 2007.

Kondisi tersebut memperlihatkan betapa tidak biasanya gelombang panas yang melanda Spanyol pada awal September 2026. Terlebih, negara itu sebelumnya telah melewati periode musim panas dengan berbagai catatan temperatur tinggi.

Gelombang panas di Spanyol dengan suhu mencapai 45,7 derajat Celsius

Dua wanita menyejukkan diri di bawah semprotan air saat cuaca panas terik, dengan suhu yang terus mendekati 40 derajat Celsius, di Wina, Austria, pada 30 Juni 2026.

Gelombang Panas Ekstrem Melanda Eropa

Fenomena panas yang terjadi di Spanyol menjadi bagian dari rangkaian kondisi ekstrem yang melanda Eropa. Sepanjang musim panas, sejumlah negara di Benua Biru menghadapi beberapa gelombang panas dengan temperatur sangat tinggi.

Para ilmuwan mengaitkan peningkatan intensitas dan durasi panas ekstrem tersebut dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Perubahan kondisi iklim membuat periode dengan temperatur tinggi dapat berlangsung lebih lama sekaligus menjadi semakin intens.

Dampaknya juga tidak terbatas pada kenyamanan masyarakat. Temperatur ekstrem sepanjang musim panas telah menyebabkan ribuan kematian di berbagai kawasan Eropa.

Selain mengancam kesehatan, gelombang panas turut memengaruhi kegiatan ekonomi. Kekeringan yang muncul bersamaan dengan cuaca panas dapat mengganggu berbagai sektor. Sementara itu, penurunan permukaan air sungai juga berpotensi menimbulkan persoalan bagi aktivitas yang bergantung pada sumber daya air dan jalur sungai.

Rangkaian kondisi ekstrem tersebut sekaligus memicu pecahnya berbagai rekor temperatur di sejumlah wilayah Eropa.

Spanyol Menghadapi Tren Pemanasan yang Semakin Kuat

Catatan suhu 45,7 derajat Celsius di El Granado bukan satu-satunya indikator tingginya temperatur di Spanyol sepanjang tahun ini. Data AEMET menunjukkan tren pemanasan yang semakin terlihat di negara tersebut.

Pada Kamis, AEMET mengumumkan bahwa periode Januari hingga Agustus 2026 menjadi delapan bulan pertama terpanas yang pernah tercatat di daratan Spanyol.

Menurut AEMET, catatan tersebut menunjukkan bahwa proses pemanasan di Spanyol semakin cepat. Badan meteorologi itu menilai perkembangan temperatur dalam beberapa waktu terakhir memberikan gambaran yang semakin jelas mengenai perubahan kondisi iklim negara tersebut.

Sebelumnya, Spanyol juga mencatat temperatur sangat tinggi pada pertengahan tahun. AEMET menyebut Juli 2026 sebagai bulan Juli terpanas yang pernah tercatat di negara itu, meskipun catatannya berada pada level yang sama dengan rekor tertinggi sebelumnya.

Rangkaian data tersebut memperlihatkan pola yang konsisten sepanjang 2026. Mulai dari tingginya temperatur pada musim panas hingga munculnya panas ekstrem pada September, Spanyol terus menghadapi kondisi cuaca yang berada pada tingkat tidak biasa.

Catatan 45,7 derajat Celsius di El Granado sekaligus memperkuat perhatian terhadap perubahan pola temperatur di Spanyol. Apalagi, suhu tersebut muncul pada September, ketika temperatur biasanya mulai bergerak turun setelah puncak musim panas.

Dengan berbagai rekor yang muncul sepanjang tahun, perkembangan suhu di Spanyol menjadi salah satu gambaran mengenai meningkatnya tantangan akibat panas ekstrem di Eropa. Kondisi tersebut juga menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap gelombang panas yang kini dapat berlangsung lebih lama dan muncul di luar periode puncak musim panas.