Pertamina EP – Upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi kembali menunjukkan hasil positif. PT Pertamina EP melalui Adera Field berhasil menemukan sumber hidrokarbon baru di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Temuan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam menjaga ketersediaan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan.

Sumur yang di beri kode ABB-145 tersebut berada di kawasan Struktur Abab dan menjadi salah satu proyek pengembangan yang di rancang untuk memaksimalkan potensi reservoir yang sudah teridentifikasi sebelumnya.

Uji Produksi Awal Perlihatkan Kapasitas Menjanjikan

Dari hasil pengujian awal, sumur ABB-145 menunjukkan kemampuan produksi minyak yang cukup signifikan. Dalam pengujian singkat yang dilakukan pada awal Maret 2026, sumur ini mampu menghasilkan ratusan barel minyak per hari.

Selain minyak, kandungan gas yang di hasilkan juga cukup besar. Hal ini menandakan bahwa sumur tersebut memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena mampu menghasilkan dua komoditas energi sekaligus.

Setelah kondisi aliran di nilai stabil, pengujian di lanjutkan menggunakan metode lanjutan untuk mengetahui kemampuan produksi dalam jangka panjang. Dari evaluasi tersebut, di peroleh estimasi produksi yang lebih realistis saat sumur beroperasi secara optimal.

Bagian dari Strategi Pengembangan Lapangan Migas

Sumur ABB-145 merupakan bagian dari program pengeboran yang telah di rencanakan dalam agenda kerja tahun 2026. Proses pengerjaan dilakukan dalam waktu relatif singkat, di mulai dari akhir Januari hingga selesai pada akhir Februari tahun yang sama.

Penentuan lokasi pengeboran tidak dilakukan secara acak. Tim teknis mengacu pada keberhasilan sumur-sumur sebelumnya di area yang sama, yang menunjukkan adanya potensi cadangan hidrokarbon yang masih dapat di kembangkan lebih lanjut.

Keberhasilan sumur terdahulu menjadi dasar penting dalam menentukan titik pengeboran baru agar peluang keberhasilan semakin tinggi.

Pertamina EP

Pertamina EP Adera Field menemukan sumur minyak baru ABB-143 (U1) yang menunjukkan potensi hingga 3.442 barel minyak per hari (BOPD)

Dukungan Teknologi Tingkatkan Akurasi Eksplorasi

Dalam proses identifikasi lokasi, perusahaan memanfaatkan teknologi seismik tiga dimensi terbaru. Teknologi ini memberikan gambaran kondisi bawah permukaan bumi dengan tingkat detail yang lebih tinggi di bandingkan metode sebelumnya.

Data tersebut kemudian di kombinasikan dengan informasi dari sumur-sumur yang telah di bor sebelumnya. Pendekatan ini memungkinkan tim untuk memahami karakteristik reservoir secara lebih menyeluruh.

Melalui integrasi data tersebut, potensi keberlanjutan reservoir dapat di petakan dengan lebih akurat sehingga risiko kegagalan pengeboran dapat di tekan.

Inovasi Operasional dan Keselamatan Jadi Fokus Utama

Keberhasilan pengeboran ini tidak lepas dari penerapan inovasi dalam kegiatan operasional. Perusahaan terus mengembangkan metode kerja yang lebih efektif guna meningkatkan hasil produksi.

Di sisi lain, aspek keselamatan kerja tetap menjadi perhatian utama. Setiap tahapan kegiatan di lakukan dengan standar keamanan yang ketat untuk memastikan seluruh proses berjalan tanpa hambatan dan risiko minimal.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi tetap dapat berjalan seiring dengan komitmen terhadap keselamatan kerja.

Peluang Baru Migas dan Dampaknya bagi Ketahanan Energi

Penemuan sumur ABB-145 memperkuat indikasi bahwa potensi migas di Indonesia masih cukup besar dan belum sepenuhnya tergarap. Dengan pendekatan berbasis teknologi dan analisis terintegrasi, peluang menemukan cadangan baru masih terbuka lebar.

Ke depan, perusahaan akan terus melakukan evaluasi lanjutan guna mengoptimalkan produksi dari sumur ini. Selain itu, eksplorasi tambahan di sekitar area yang sama juga akan menjadi fokus untuk menemukan sumber energi baru lainnya.

Langkah ini di harapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan meningkatnya produksi dalam negeri, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar sekaligus menjaga stabilitas kebutuhan energi jangka panjang.