Timnas Argentina – Keputusan Lionel Messi mengakhiri perjalanan bersama Timnas Argentina menandai perubahan besar bagi Albiceleste. Setelah bertahun-tahun menjadi figur sentral dalam permainan Argentina, Messi meninggalkan tim nasional dengan sederet prestasi, rekor, serta trofi bergengsi.
Messi mengumumkan keputusan pensiunnya dari sepak bola internasional pada Senin (31/8/2026) malam WIB. Sang megabintang menyampaikan keputusan tersebut melalui akun media sosial pribadinya.
Kepergian Messi kemudian memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Argentina. Tim Tango pernah menghadapi situasi serupa setelah era Diego Maradona berakhir. Argentina membutuhkan waktu panjang sebelum kembali menemukan pemain yang mampu menjadi pusat permainan sekaligus membawa tim meraih kesuksesan besar.
Situasi tersebut membuat periode setelah Messi menarik untuk diperhatikan. Argentina kini harus membuktikan bahwa mereka mampu mempertahankan status sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia tanpa bergantung kepada pemain yang telah menjadi ikon tim selama bertahun-tahun.
Messi Tinggalkan Argentina dengan Deretan Prestasi
Messi menutup karier internasionalnya dengan koleksi prestasi yang sangat lengkap. Sepanjang perjalanannya bersama Argentina di berbagai kelompok usia hingga tim senior, ia mengoleksi enam trofi.
Piala Dunia 2022 menjadi pencapaian paling prestisius dalam perjalanan Messi bersama Albiceleste. Gelar tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Argentina untuk kembali menjadi juara dunia.
Selain Piala Dunia, Messi turut mempersembahkan dua gelar Copa America. Ia juga meraih Finalissima, medali emas Olimpiade, serta gelar Piala Dunia U-20 bersama Argentina.
Bukan hanya trofi, Messi juga meninggalkan jejak melalui sejumlah catatan individu. Ia memegang rekor penampilan terbanyak bersama Timnas Argentina. Selain itu, Messi menjadi pencetak gol dan pemberi assist terbanyak dalam sejarah tim nasional negaranya.
Catatan tersebut menunjukkan besarnya peran Messi selama mengenakan seragam Argentina. Karena itu, mencari pemain yang langsung mampu menggantikan seluruh kontribusinya tentu bukan pekerjaan sederhana.
Argentina Pernah Menghadapi Situasi Serupa Setelah Era Maradona
Pensiunnya Messi mengingatkan publik kepada berakhirnya era Diego Maradona. Legenda Argentina tersebut pernah menjadi pusat perhatian sekaligus simbol kekuatan Albiceleste di pentas internasional.
Maradona mencapai puncak kejayaan ketika mengantarkan Argentina menjuarai Piala Dunia 1986. Sosoknya kemudian menjadi standar tinggi bagi generasi pemain Argentina berikutnya.
Setelah era Maradona berakhir, Argentina membutuhkan waktu cukup panjang untuk menemukan figur yang dapat menempati posisi serupa sebagai megabintang tim nasional. Messi akhirnya muncul dan berkembang menjadi ikon baru Albiceleste.
Namun, perjalanan menuju kesuksesan tidak berlangsung singkat. Argentina harus menunggu selama 36 tahun setelah Piala Dunia 1986 sebelum kembali mengangkat trofi paling bergengsi tersebut pada Piala Dunia 2022.
Periode panjang itu menjadi gambaran mengenai sulitnya mempertahankan dominasi setelah kehilangan seorang pemain generasional.

Lionel Messi
Generasi Baru Argentina Mulai Bermunculan
Meski kehilangan Messi, Argentina sebenarnya memiliki sejumlah pemain muda yang menawarkan potensi besar. Beberapa nama mulai mendapat perhatian karena dinilai dapat memainkan peran penting dalam regenerasi Albiceleste.
Nico Paz menjadi salah satu pemain yang masuk dalam pembicaraan mengenai masa depan Argentina. Selain itu, Giuliano Simeone, Thiago Almada, dan Valentin Barco juga menjadi bagian dari generasi yang berpeluang mendapatkan tanggung jawab lebih besar.
Namun, Argentina tidak harus mencari seorang pemain yang menjadi salinan Messi. Tim pelatih dapat membangun kekuatan berdasarkan kolektivitas dengan memaksimalkan karakter berbeda dari setiap pemain.
Regenerasi juga membutuhkan waktu. Pemain muda perlu mendapatkan pengalaman menghadapi tekanan dalam pertandingan besar sebelum mampu menjadi tulang punggung tim nasional.
Karena itu, tantangan Argentina setelah Messi bukan hanya menemukan megabintang berikutnya. Albiceleste juga perlu membentuk identitas permainan baru yang tidak lagi bergantung kepada kreativitas satu pemain.
Piala Dunia 2026 Jadi Penutup Perjalanan Messi
Piala Dunia 2026 menjadi turnamen besar terakhir Messi bersama Argentina. Dalam kompetisi tersebut, ia masih mampu membantu Albiceleste melangkah hingga pertandingan final.
Pencapaian itu menunjukkan bahwa Argentina tetap berada dalam persaingan elite menjelang berakhirnya era Messi. Namun, tantangan sebenarnya akan muncul setelah sang kapten tidak lagi berada di dalam skuad.
Argentina harus menjalani pertandingan internasional berikutnya tanpa pemain yang selama bertahun-tahun menjadi sumber kreativitas, gol, assist, sekaligus pemimpin di lapangan.
Pengalaman setelah berakhirnya era Maradona dapat menjadi pelajaran penting. Albiceleste tidak bisa hanya menunggu kemunculan seorang pemain dengan kualitas setara Messi. Sebaliknya, Argentina perlu memastikan proses regenerasi berjalan secara berkelanjutan.
Kini perhatian akan tertuju kepada generasi berikutnya. Nico Paz, Giuliano Simeone, Thiago Almada, Valentin Barco, serta pemain muda lainnya memiliki kesempatan membangun era mereka sendiri.
Kepergian Messi memang menutup salah satu periode paling sukses dalam sejarah sepak bola Argentina. Namun, kondisi tersebut sekaligus membuka babak baru bagi Albiceleste. Pertanyaan besarnya bukan sekadar siapa yang akan menjadi “Messi berikutnya”, melainkan apakah Argentina mampu mempertahankan konsistensi di level tertinggi tanpa sang megabintang.