Korea Selatan – Kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan wisata alam melalui perluasan program penyewaan peralatan pendakian gratis di taman nasional. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko kecelakaan yang sering terjadi akibat kurangnya perlengkapan keselamatan saat mendaki gunung.
Mulai musim panas 2026, pemerintah Korea Selatan memperluas cakupan layanan tersebut ke 20 taman nasional berbasis pegunungan di berbagai wilayah. Jumlah ini meningkat signifikan di bandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencakup 12 taman nasional.
Langkah tersebut mencerminkan perhatian pemerintah terhadap tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas pendakian sekaligus kebutuhan akan sistem keselamatan yang lebih baik bagi wisatawan domestik maupun internasional.
Perluasan Layanan ke Berbagai Taman Nasional
Layanan penyewaan peralatan pendakian tanpa biaya kini tersedia di sejumlah taman nasional tambahan seperti Naejangsan, Gayasan, Juwangsan, Sobaeksan, Wolchulsan, Byeonsan, dan Taebaeksan. Sementara itu, kawasan Geumjeongsan di jadwalkan bergabung dalam program yang sama pada Juli 2026.
Melalui program ini, pengunjung dapat meminjam berbagai perlengkapan keselamatan yang di perlukan selama pendakian. Peralatan yang tersedia meliputi sepatu pendakian, tongkat trekking, tas ransel, pelindung lutut, perlengkapan darurat, crampon untuk jalur licin atau bersalju, hingga kantong penghangat tubuh.
Penyediaan perlengkapan tersebut bertujuan membantu pendaki yang tidak memiliki peralatan memadai agar tetap dapat melakukan perjalanan dengan standar keselamatan yang lebih baik.
Berawal dari Proyek Percontohan di Bukhansan
Program penyewaan gratis ini pertama kali hadir pada tahun 2021 melalui proyek percontohan di Taman Nasional Bukhansan. Otoritas taman nasional saat itu melihat masih banyak pendaki yang memulai perjalanan tanpa perlengkapan yang sesuai dengan kondisi medan.
Hasil positif dari program tersebut mendorong pemerintah untuk memperluas cakupannya. Pada tahun 2024, layanan ini mulai tersedia di enam taman nasional yang berada di kawasan perkotaan setelah memperoleh dukungan sebagai program pelayanan publik dari Kementerian Keuangan Korea Selatan.
Setahun kemudian, enam taman nasional tambahan, termasuk Jirisan, turut bergabung dalam inisiatif tersebut. Pertumbuhan cakupan layanan menunjukkan bahwa program ini mendapatkan respons positif dari masyarakat.

Meski tidak sepopuler jalur pendakian Senaru dan Senalun, Torean oleh masyarakat lokal kerap digunakan “jalan singkat” untuk langsung sampai ke Danau Segara Anak di Gunung Rinjani.
Tingginya Antusiasme Pendaki terhadap Program Penyewaan Gratis
Data dari Dinas Taman Nasional Korea menunjukkan bahwa penggunaan layanan ini terus meningkat. Selama tahun 2025, tercatat sekitar 6.600 penyewaan perlengkapan di 12 taman nasional yang telah menerapkan program tersebut.
Tongkat pendakian menjadi perlengkapan yang paling banyak di pinjam dengan porsi sekitar 28 persen dari total penyewaan. Sementara itu, crampon menempati posisi berikutnya dengan persentase sekitar 19 persen.
Tingginya angka penggunaan menunjukkan bahwa banyak pendaki memanfaatkan fasilitas ini untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan selama perjalanan.
Wisatawan Asing Turut Memanfaatkan Layanan Keselamatan
Selain mendapat sambutan dari masyarakat lokal, program ini juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Selama tahun lalu, tercatat lebih dari seratus kasus penyewaan perlengkapan yang melibatkan pendaki asing di berbagai taman nasional Korea Selatan.
Melihat tren tersebut, pihak pengelola taman nasional berencana memperkuat layanan informasi bagi wisatawan internasional. Upaya ini mencakup penyediaan petunjuk berbahasa Inggris, materi promosi multibahasa, serta kampanye digital melalui berbagai platform media sosial global.
Langkah tersebut di harapkan dapat meningkatkan akses informasi sekaligus membantu wisatawan asing memahami prosedur keselamatan selama melakukan pendakian.
Prosedur Penyewaan yang Mudah dan Efisien
Pengunjung dapat memperoleh perlengkapan pendakian dengan mengunjungi pusat layanan pengunjung yang tersedia di taman nasional. Proses penyewaan cukup sederhana, yaitu dengan mengisi formulir permohonan dan menyetujui ketentuan penggunaan data pribadi.
Seluruh perlengkapan yang dipinjam harus dikembalikan pada hari yang sama setelah aktivitas pendakian selesai. Sistem ini memungkinkan rotasi penggunaan peralatan sehingga lebih banyak pengunjung dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Indonesia Masih Menghadapi Tantangan Keselamatan Pendakian
Di sisi lain, keselamatan pendakian masih menjadi perhatian besar di Indonesia. Berbagai insiden yang melibatkan pendaki menunjukkan pentingnya peningkatan standar keamanan dan kesiapsiagaan di jalur pendakian.
Salah satu kasus yang menyita perhatian publik terjadi di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Seorang wisatawan asal Malaysia mengalami kecelakaan saat menuruni jalur dari puncak menuju Pelawangan Sembalun. Cedera yang dialami membuat korban tidak mampu melanjutkan perjalanan secara mandiri.
Tim porter dan pemandu yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan awal sebelum proses evakuasi lanjutan dilakukan.
Evakuasi Udara Menjadi Solusi Penanganan Darurat
Untuk mempercepat penanganan medis, tim penyelamat akhirnya menggunakan helikopter dalam proses evakuasi korban. Kondisi cuaca yang mendukung memungkinkan operasi udara berlangsung dengan aman setelah sebelumnya sempat tertunda akibat kabut tebal yang menghalangi jarak pandang.
Setelah berhasil dievakuasi dari area pegunungan, korban langsung diterbangkan menuju rumah sakit rujukan di Bali untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Operasi tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk tim SAR, tenaga medis, perusahaan asuransi, operator helikopter, relawan, serta petugas taman nasional.
Keselamatan Pendakian Harus Menjadi Prioritas Utama
Peristiwa yang terjadi di berbagai jalur pendakian menunjukkan bahwa persiapan sebelum mendaki memiliki peran yang sangat penting. Kondisi fisik yang prima, perlengkapan yang memadai, serta kepatuhan terhadap arahan petugas dapat mengurangi risiko kecelakaan selama perjalanan.
Keberhasilan Korea Selatan dalam memperluas program penyewaan peralatan pendakian gratis dapat menjadi contoh bagaimana kebijakan preventif mampu meningkatkan keselamatan pengunjung taman nasional. Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan edukasi yang berkelanjutan, aktivitas pendakian dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua kalangan.
Pada akhirnya, tujuan utama setiap pendakian bukan hanya mencapai puncak, tetapi juga kembali pulang dengan selamat.