Jenazah Kopral Rico Pramudia – Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian internasional. Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon di laporkan gugur saat menjalankan tugas negara. Jenazah almarhum di jadwalkan akan di makamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.
Kedatangan Jenazah dan Rencana Pemakaman
Menurut informasi dari aparat setempat, jenazah Kopral Rico Pramudia (31) di perkirakan tiba di kampung halamannya di Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Selasa (28/4). Setelah di semayamkan di rumah duka, prosesi pemakaman akan di laksanakan keesokan harinya, Rabu (29/4), dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Pihak keluarga bersama warga setempat telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan jenazah. Mulai dari pemasangan tenda, penyediaan kursi, hingga pembersihan area rumah duka dilakukan secara gotong royong dengan bantuan aparat Babinsa dari Kodim setempat. Langkah ini dilakukan agar prosesi penghormatan berjalan dengan tertib dan khidmat.
Gugur Saat Menjalankan Misi Perdamaian
Kopral Rico Pramudia gugur setelah mengalami luka serius akibat ledakan proyektil artileri di wilayah Adhcit Al Qusayr, Lebanon selatan. Insiden tersebut terjadi pada akhir Maret, dan ia sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit di Beirut. Namun, setelah beberapa waktu menjalani perawatan, nyawanya tidak dapat di selamatkan dan ia di nyatakan meninggal dunia pada Jumat (24/4).
Kepergian Rico menjadi duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI dan bangsa Indonesia. Ia di ketahui baru menjalani penugasan luar negeri pertamanya sejak April tahun sebelumnya dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).
Penghormatan dari UNIFIL dan Dunia Internasional
Sebagai bentuk penghormatan, pasukan UNIFIL menggelar upacara khusus di Beirut untuk mengenang jasa dan pengabdian almarhum. Upacara tersebut di pimpin langsung oleh Komandan Misi UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara.
Dalam sambutannya, Abagnara menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi yang telah di berikan oleh Kopral Rico selama bertugas. Ia menegaskan bahwa pengorbanan tersebut merupakan bagian penting dari upaya menjaga perdamaian dunia.
Pihak UNIFIL juga secara resmi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang di tinggalkan, serta kepada pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia. Mereka menilai kepergian Rico sebagai kehilangan besar dalam misi kemanusiaan internasional.

Upacara penghormatan kepada Kopral Rico Pramudia di Beirut, Lebanon, Minggu (26/4/2026).
Meninggalkan Keluarga yang Masih Kecil
Kopral Rico Pramudia meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki yang masih berusia dini. Kisah ini menambah haru suasana duka, mengingat pengorbanannya tidak hanya untuk negara, tetapi juga harus meninggalkan keluarga tercinta dalam usia yang masih muda.
Kepergiannya menjadi simbol pengabdian tanpa batas seorang prajurit yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi menjaga stabilitas dan perdamaian global.
Daftar Panjang Prajurit Gugur di Misi UNIFIL
Gugurnya Kopral Rico menambah daftar panjang prajurit Indonesia yang kehilangan nyawa dalam misi UNIFIL. Sebelumnya, beberapa personel TNI juga di laporkan gugur dalam tugas serupa, di antaranya Praka Farizal Romadhon, Sertu Muhammad Nur Ichwan, serta Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar.
Meningkatnya ketegangan konflik di wilayah Lebanon selatan, khususnya antara Israel dan Hizbullah. Menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko bagi pasukan perdamaian yang bertugas di sana.
Pengorbanan untuk Perdamaian Dunia
Peristiwa ini kembali mengingatkan akan besarnya risiko yang di hadapi para prajurit TNI dalam menjalankan misi internasional. Meski berada jauh dari tanah air, mereka tetap mengemban tugas mulia untuk menjaga perdamaian dunia di bawah naungan PBB.
Pengabdian Kopral Rico Pramudia di harapkan menjadi inspirasi dan di kenang sebagai bagian dari sejarah kontribusi Indonesia dalam menciptakan stabilitas global. Pemerintah dan masyarakat di harapkan terus memberikan dukungan moral bagi keluarga yang di tinggalkan serta bagi para prajurit yang masih bertugas di medan konflik.