Meta – kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebagian karyawannya di Amerika Serikat. Perusahaan teknologi global ini berencana melakukan pengurangan tenaga kerja secara permanen terhadap lebih dari seratus posisi pekerjaan yang tersebar di beberapa kantor utamanya di California. Informasi tersebut terungkap melalui dokumen regulasi resmi yang diajukan kepada California Employment Development Department.

Berdasarkan dokumen tersebut, Meta berencana merumahkan hingga 102 posisi pekerjaan. Jumlah tersebut terbagi di dua wilayah utama, yakni Menlo Park dan Sunnyvale, California. Di Menlo Park, sekitar 50 posisi terdampak. Sementara 52 posisi lainnya berada di kantor Sunnyvale. Rencana PHK ini di jadwalkan mulai berlaku efektif pada 20 Maret 2026 dan bersifat permanen.

Sebaran Lokasi Kantor yang Terdampak PHK

Di wilayah Menlo Park, pemangkasan tenaga kerja di laporkan mencakup beberapa lokasi kantor. Beberapa di antaranya berada di kompleks 305 Constitution Drive, kantor pusat di 1 Hacker Way. Serta tiga gedung lainnya yang terletak di kawasan Jefferson Drive. Sementara itu, di Sunnyvale, pengurangan karyawan akan dilakukan di kantor yang beralamat di 1180 Discovery Way.

Meskipun lokasi dan jumlah posisi yang terdampak telah di ungkap, perusahaan tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai tim atau divisi spesifik yang terkena kebijakan ini. Kurangnya transparansi tersebut menimbulkan spekulasi bahwa PHK kali ini merupakan bagian dari strategi efisiensi menyeluruh, bukan hanya terbatas pada satu unit kerja tertentu.

PHK Sebagai Bagian dari Gelombang Efisiensi Meta

Rencana pemangkasan 102 posisi ini menambah panjang daftar langkah efisiensi yang dilakukan Meta dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan di ketahui telah menjalankan sejumlah gelombang pengurangan karyawan sebagai respons terhadap perubahan strategi bisnis dan dinamika industri teknologi global.

Salah satu divisi yang paling terdampak dalam gelombang PHK sebelumnya adalah Reality Labs. Divisi ini bertanggung jawab atas pengembangan teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), termasuk proyek-proyek besar yang sebelumnya menjadi bagian dari visi jangka panjang Metaverse. Pada Januari 2026, Meta di laporkan memangkas ribuan karyawan di divisi tersebut. Dengan total tenaga kerja Reality Labs yang mencapai sekitar 15.000 orang, jumlah karyawan yang terdampak di perkirakan mencapai kurang lebih 1.500 orang.

PHK Meta di California berdampak pada 102 karyawan

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) Meta berlanjut. Kali ini, Meta berencana menghapus 102 posisi di Menlo Park dan Sunnyvale.

Pemangkasan Karyawan di Berbagai Wilayah Lain

Tidak hanya di Menlo Park dan Sunnyvale, Meta juga sebelumnya mengumumkan rencana pengurangan ratusan posisi pekerjaan di wilayah lain di California. Pada periode yang sama, perusahaan menyatakan akan memangkas lebih dari 270 posisi, termasuk ratusan pekerjaan di Burlingame dan Playa Vista. Pengurangan tersebut juga di jadwalkan berlaku efektif pada 20 Maret.

Selain California, langkah efisiensi serupa juga tercatat terjadi di negara bagian Washington. Ratusan karyawan di wilayah tersebut di kabarkan turut terdampak, dengan sebagian besar masih berkaitan dengan restrukturisasi di divisi Reality Labs. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan efisiensi Meta bersifat lintas wilayah dan menyeluruh.

Strategi Realokasi Sumber Daya dan Fokus Baru Perusahaan

Alasan di balik pengurangan tenaga kerja ini dijelaskan sebagai bagian dari realokasi sumber daya perusahaan. Pada akhir 2025, pihak Meta menyampaikan bahwa perusahaan mulai mengalihkan fokus investasinya dari proyek Metaverse menuju pengembangan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI), khususnya kacamata pintar.

Dalam memo internal, manajemen perusahaan menegaskan bahwa sumber daya yang sebelumnya di fokuskan pada pengembangan headset VR akan di alihkan ke pengalaman berbasis perangkat mobile. Langkah ini di ambil karena platform mobile di nilai memiliki basis pengguna yang lebih luas serta tingkat pertumbuhan yang lebih cepat di bandingkan perangkat VR.

Perubahan arah strategi tersebut mencerminkan upaya Meta untuk menyesuaikan diri dengan tren teknologi dan kebutuhan pasar. Dengan memusatkan pengembangan pada teknologi yang lebih mudah di adopsi oleh pengguna global, perusahaan berharap dapat mempercepat pertumbuhan serta menjaga daya saing di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Dampak dan Tantangan ke Depan

Rangkaian PHK yang terus berlanjut menunjukkan bahwa Meta tengah berada dalam fase transformasi besar. Di satu sisi, langkah efisiensi ini di harapkan dapat meningkatkan efektivitas operasional dan fokus bisnis. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut juga membawa tantangan sosial dan organisasi, terutama bagi karyawan yang terdampak.

Ke depan, keberhasilan strategi realokasi sumber daya Meta akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengembangkan inovasi berbasis AI dan mobile secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi indikator penting bagaimana perusahaan teknologi besar menavigasi perubahan arah industri digital global.