Singapura Lelang Tas Mewah Dan Perhiasan – yang berasal dari penyitaan kasus pencucian uang berskala besar. Pemerintah setempat mulai menawarkan ratusan barang bernilai tinggi tersebut melalui sistem lelang daring yang berlangsung secara bertahap hingga Mei 2027.
Proses penjualan aset tidak dilakukan sekaligus. Pemerintah membaginya menjadi 15 sesi agar pelepasan barang dalam jumlah besar tidak mengganggu pasar produk mewah. Rumah lelang lokal Hotlotz menangani tahap awal penjualan tersebut.
Dua sesi pertama sudah berlangsung sejak 7 September. Dalam tahap ini, penyelenggara menawarkan 338 tas beserta aksesori dan 286 perhiasan kepada peserta lelang. Masa penawaran untuk kedua sesi tersebut akan berakhir pada 20 September.
Dari dua lelang awal saja, nilai penjualan di perkirakan dapat mencapai 3,9 juta dollar Singapura atau sekitar Rp54 miliar. Dana yang diperoleh dari proses tersebut selanjutnya akan masuk ke kas negara.
Barang Lelang Bisa Diperiksa Secara Langsung
Meskipun proses penawaran berlangsung secara daring, calon pembeli yang sudah terdaftar tetap memiliki kesempatan melihat kondisi barang secara langsung. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui janji temu di Le Freeport, fasilitas penyimpanan dengan sistem keamanan tinggi yang berada di sekitar kawasan Bandara Changi.
Hotlotz menilai penjualan koleksi barang mewah dengan jumlah sebesar ini merupakan kejadian yang tidak biasa. Co-founder Hotlotz, Christopher Lanigan-O’Keeffe, mengatakan pihaknya jarang menemukan pelelangan yang sekaligus menghadirkan barang dengan kuantitas dan kualitas seperti koleksi tersebut.
Menurut Lanigan-O’Keeffe, latar belakang barang yang berasal dari penyitaan perkara kriminal kemungkinan tidak akan mengurangi ketertarikan pembeli. Bahkan, nilai suatu barang tidak selalu menentukan seberapa besar perhatian peserta lelang terhadap produk tersebut.
Cincin Berlian Kuning Jadi Salah Satu Barang Termahal
Salah satu koleksi yang mencuri perhatian adalah cincin dengan berlian kuning 15 karat. Hotlotz memperkirakan cincin tersebut berpotensi mencapai harga 300.000 dollar Singapura atau kurang lebih Rp4,1 miliar.
Selain perhiasan, koleksi tas juga menarik persaingan penawaran. Sebuah tas Louis Vuitton edisi khusus hasil kolaborasi dengan seniman Jepang Yayoi Kusama bahkan telah melewati estimasi awal. Hingga 14 September, penawaran tertinggi untuk tas tersebut tercatat mencapai 39.000 dollar Singapura atau sekitar Rp542 juta.
Namun, tidak semua koleksi memiliki harga pembukaan tinggi. Peserta juga dapat menemukan aksesori dengan batas penawaran mulai 120 dollar Singapura atau sekitar Rp1,6 juta. Beberapa barang dalam kelompok ini antara lain cincin Miu Miu serta aksesori rambut Gucci.

Ilustrasi tas Hermes Kelly. Singapura lelang barang mewah aset pencucian uang, ada tas Hermes.
Jam Tangan dan Ratusan Tas Hermès Menunggu Giliran
Koleksi bernilai tinggi lainnya akan muncul dalam sesi lelang berikutnya. Penyelenggara berencana menawarkan sejumlah jam tangan dari merek terkenal, termasuk Patek Philippe, Richard Mille, dan Rolex.
Selain itu, sekitar 250 tas Hermès akan mendapatkan sesi tersendiri. Penyelenggara membagi koleksi tersebut ke dalam dua tahap lelang. Tahap pertama di jadwalkan mulai berlangsung pada November.
Pembagian sesi hingga 2027 menjadi bagian dari strategi untuk melepas aset secara bertahap. Langkah tersebut di harapkan dapat mencegah masuknya barang mewah dalam jumlah sangat besar ke pasar dalam waktu bersamaan.
Berawal dari Operasi Besar pada Agustus 2023
Barang-barang tersebut berkaitan dengan kasus pencucian uang besar yang terungkap setelah aparat Singapura menggelar operasi pada 15 Agustus 2023. Lebih dari 400 personel kepolisian terlibat dalam penggerebekan di sejumlah lokasi.
Operasi itu berujung pada penangkapan sembilan pria dan satu wanita. Sepuluh warga negara asing asal China tersebut kemudian di nyatakan bersalah. Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara antara 13 hingga 17 bulan sebelum otoritas mendeportasi mereka dari Singapura.
Nilai keseluruhan aset yang terkait dengan perkara tersebut mencapai lebih dari 3 miliar dollar Singapura atau sekitar Rp41 triliun. Hingga berakhirnya tahun fiskal 2025, sekitar 1,4 miliar dollar Singapura yang berasal dari rekening bank yang di bekukan dan berbagai hasil likuidasi telah masuk ke kas negara.
Ratusan Barang Mewah hingga Properti Ikut Di Sita
Selain dana tunai, aparat mengamankan aset non-tunai dengan nilai sekitar 1,25 miliar dollar Singapura. Koleksi itu terdiri atas berbagai barang bernilai tinggi, termasuk 483 tas mewah, 169 jam tangan serta 580 perhiasan.
Kasus tersebut juga melibatkan 15 tersangka lain yang meninggalkan Singapura selama penyidikan berlangsung. Mereka kemudian menyepakati penyerahan aset dengan nilai sekitar 1,85 miliar dollar Singapura. Kesepakatan tersebut berkaitan dengan penarikan notis Interpol terhadap mereka. Meski demikian, mereka tetap tidak di perbolehkan kembali memasuki Singapura.
Pemerintah kemudian menunjuk Deloitte pada Juli 2025 untuk membantu mengelola proses likuidasi aset non-tunai. Dalam penjualan properti, Deloitte menggandeng empat perusahaan real estat untuk menangani lebih dari 80 properti hasil sitaan.
Salah satu aset properti bernilai tinggi yang masuk dalam proses penjualan adalah penthouse dengan empat kamar tidur di South Beach Residences. Properti tersebut di jadwalkan masuk lelang pada 23 September dengan panduan harga sekitar 25,32 juta dollar Singapura atau kurang lebih Rp352 miliar.
Rangkaian penjualan tas, perhiasan, jam tangan hingga properti tersebut menjadi bagian dari proses pemerintah Singapura mengubah aset hasil penyitaan menjadi dana yang dapat masuk ke kas negara. Dengan jadwal lelang yang berlangsung sampai Mei 2027, pelepasan berbagai koleksi bernilai tinggi itu akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa sesi.