VinFast VF2 – menjadi salah satu kendaraan listrik berukuran kompak yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan. Model ini bahkan memiliki dimensi lebih kecil dibandingkan VF3, mobil listrik mungil VinFast yang sudah lebih dahulu hadir di pasar Indonesia.

Produsen otomotif asal Vietnam tersebut merancang VF2 sebagai kendaraan untuk perjalanan jarak pendek. Karena itu, mobil ini tidak mengejar performa tinggi atau kemampuan perjalanan antarkota. Sebaliknya, VinFast lebih menonjolkan ukuran ringkas, efisiensi energi, serta kemudahan berkendara untuk aktivitas sehari-hari.

Saat ini, VinFast belum memasarkan VF2 di Indonesia. Kondisinya berbeda dengan VF3 yang sudah tersedia bagi konsumen Tanah Air. Meski demikian, keberadaan VF2 menunjukkan bahwa perusahaan memiliki pilihan kendaraan listrik yang menyasar kebutuhan mobilitas pada segmen lebih kecil.

Dimensi VinFast VF2 Lebih Ringkas dari VF3

Ukuran bodi menjadi salah satu karakter utama VinFast VF2. Dimensinya yang kompak memungkinkan pengemudi lebih mudah bermanuver ketika menghadapi lalu lintas padat atau jalan dengan ruang terbatas.

Sebagai gambaran, VF3 mempunyai panjang 3.190 mm, lebar 1.679 mm, tinggi 1.652 mm, serta jarak antara sumbu roda mencapai 2.075 mm.

Jika membandingkannya dengan VF2, VF3 memiliki bodi sekitar 100 mm lebih panjang. Selain itu, perbedaan lebar kedua kendaraan mencapai 183 mm, dengan VF3 memiliki ukuran yang lebih lebar.

Dimensi VF2 yang lebih kecil memberikan karakter berbeda dibandingkan VF3. Ukuran tersebut berpotensi menjadi keuntungan bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan praktis untuk beraktivitas di tengah kota. Pengemudi juga dapat lebih mudah mencari ruang parkir ketika menggunakan kendaraan berdimensi ringkas.

Fitur Tetap Menunjang Kebutuhan Harian

Walaupun mengusung konsep kendaraan listrik berukuran kecil, VinFast tetap memberikan sejumlah perlengkapan untuk mendukung kenyamanan pengguna VF2.

Pada bagian eksterior, produsen membekali mobil ini dengan lampu utama berteknologi LED. Sementara itu, roda menggunakan pelek alloy berdiameter 13 inci yang menyesuaikan karakter dan ukuran kendaraan.

VinFast juga menyediakan pendingin udara atau AC di dalam kabin. Selain itu, pengemudi memperoleh layar berukuran 7 inci sebagai salah satu perangkat penunjang di interior.

Perusahaan turut memperhatikan aspek keselamatan. VF2 membawa airbag untuk pengemudi sebagai perlindungan ketika terjadi benturan. Sistem pengereman juga mendapatkan teknologi anti-lock braking system atau ABS.

Tak hanya itu, kontrol traksi ikut melengkapi perangkat keselamatan VF2. Fitur tersebut membantu kendaraan mempertahankan traksi roda dalam kondisi tertentu.

Baterai 18,3 kWh Tawarkan Jarak Tempuh hingga 210 Km

Untuk menghasilkan tenaga, VinFast VF2 mengandalkan motor listrik yang berada di bagian belakang kendaraan. Motor tersebut bekerja bersama baterai berkapasitas 18,3 kWh.

Sistem penggeraknya mampu menghasilkan tenaga sekitar 40 Tk atau 30 kW, yang setara dengan sekitar 41 PS. Sementara itu, torsi maksimalnya mencapai 65 Nm.

Dengan konfigurasi tersebut, VF2 menawarkan jarak perjalanan hingga 210 kilometer berdasarkan metode pengujian New European Driving Cycle (NEDC).

Kemampuan itu selaras dengan tujuan penggunaan VF2 sebagai kendaraan perkotaan. Konsumen dapat memanfaatkannya untuk berbagai aktivitas harian dalam jarak relatif pendek, seperti pergi bekerja, berbelanja, atau melakukan perjalanan di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Sementara untuk kecepatannya, VF2 mampu melaju hingga maksimal 80 km per jam. Angka tersebut mempertegas orientasi mobil ini sebagai kendaraan untuk mobilitas urban, bukan kendaraan yang mengutamakan performa kecepatan tinggi.

VinFast melihat spesifikasi tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang sebagian besar melakukan perjalanan pendek. Terlebih, kendaraan ini juga menyasar konsumen yang lebih sering bepergian seorang diri.

VinFast VF2 mobil listrik mungil

Vinfast VF2

Pengisian Cepat DC Hanya Membutuhkan Sekitar 34 Menit

Selain menawarkan jarak tempuh yang menyesuaikan kebutuhan perkotaan, VinFast memberikan kemampuan pengisian cepat pada VF2.

Mobil listrik mungil tersebut mendukung pengisian daya cepat DC hingga 24 kW. Dengan fasilitas pengisian yang sesuai, baterai dapat terisi dari kondisi 10 persen menjadi 70 persen dalam waktu sekitar 34 menit.

Durasi tersebut memberikan fleksibilitas bagi pemilik ketika membutuhkan tambahan energi dalam waktu relatif singkat. Namun, waktu pengisian dalam penggunaan sebenarnya tetap dapat dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kondisi baterai dan fasilitas pengisian yang digunakan.

Harga VinFast VF2 Jadi Salah Satu Daya Tarik

Selain dimensi kompak dan kebutuhan energi yang relatif kecil, harga menjadi aspek menarik dari VF2. Di pasar Vietnam, mobil listrik tersebut memiliki banderol sekitar 7.214 dollar AS atau setara kurang lebih Rp188 juta berdasarkan nilai konversi yang digunakan dalam informasi sumber.

Harga tersebut menempatkan VF2 sebagai salah satu pilihan kendaraan listrik mungil yang mengedepankan kebutuhan mobilitas sederhana.

Namun, hingga kini VF2 belum tersedia di Indonesia. Karena itu, harga di Vietnam tidak dapat menjadi patokan harga jual apabila VinFast nantinya memutuskan membawa model tersebut ke pasar Indonesia.

Mobil Listrik Kecil Cocok untuk Aktivitas Perkotaan

Kehadiran kendaraan seperti VinFast VF2 memperlihatkan alternatif konsep dalam pengembangan mobil listrik. Produsen tidak selalu harus menawarkan kendaraan dengan baterai besar, tenaga tinggi, atau jarak perjalanan sangat jauh.

Untuk konsumen yang sebagian besar melakukan perjalanan pendek, kendaraan listrik berukuran kecil dapat menjadi pilihan yang lebih praktis. Dimensi kompak memberikan kemudahan ketika bermanuver di jalan sempit sekaligus membantu pengemudi menghadapi keterbatasan ruang parkir.

Konsep tersebut juga mulai memperoleh perhatian di berbagai negara. Mobil listrik mungil umumnya menyasar penggunaan di kawasan perkotaan maupun lingkungan perumahan, bukan perjalanan jauh atau jalan yang menuntut kecepatan tinggi.

VinFast VF2 membawa pendekatan serupa. Dengan baterai 18,3 kWh, jarak tempuh hingga 210 km berdasarkan NEDC, kecepatan maksimal 80 km per jam, serta dimensi yang lebih kecil daripada VF3, mobil listrik ini menawarkan karakter yang berorientasi pada kebutuhan perjalanan sehari-hari.

Apabila VinFast nantinya memperluas pemasaran VF2 ke negara lain, termasuk Indonesia, model tersebut berpotensi menambah pilihan di segmen kendaraan listrik perkotaan. Untuk saat ini, VF2 tetap menjadi salah satu model mungil VinFast yang menawarkan kombinasi ukuran ringkas, fitur fungsional, dan spesifikasi yang diarahkan untuk mobilitas jarak pendek.