Pengembangan industri olahraga nasional menjadi agenda strategis pemerintah dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Dalam konteks tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mengambil langkah progresif dengan menyiapkan percepatan pengembangan industri olahraga mulai tahun 2026. Kebijakan ini tidak hadir secara terpisah, melainkan terintegrasi dengan upaya penguatan tata kelola kelembagaan.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Kemenpora menyelenggarakan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga. Langkah ini menunjukkan perubahan pendekatan dalam pengisian jabatan strategis. Tidak hanya mengandalkan jalur administratif, pemerintah juga membuka ruang bagi profesional di luar Aparatur Sipil Negara.

Seleksi Terbuka sebagai Pendekatan Berbasis Merit

Pada dasarnya, seleksi terbuka JPT Madya di rancang untuk menjamin proses yang objektif dan kompetitif. Oleh karena itu, mekanisme ini menekankan prinsip sistem merit, transparansi, serta akuntabilitas. Melalui pendekatan tersebut, setiap kandidat di nilai berdasarkan kompetensi dan pengalaman, bukan semata-mata latar belakang birokrasi.

Selain ASN, kalangan profesional di berikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Kebijakan ini di nilai relevan karena industri olahraga memiliki karakter lintas sektor. Tidak hanya berkaitan dengan pembinaan olahraga, sektor ini juga terhubung dengan industri kreatif, pariwisata, dan ekonomi digital. Dengan demikian, pengalaman praktis menjadi nilai tambah yang penting.

Terobosan Kelembagaan dalam Pengisian Jabatan Strategis

Di sisi lain, pelibatan profesional eksternal dalam seleksi JPT Madya merupakan terobosan baru di lingkungan Kemenpora. Sebelumnya, pengisian jabatan setingkat deputi umumnya terbatas pada internal birokrasi. Perubahan ini menandai pergeseran paradigma menuju tata kelola yang lebih adaptif.

Langkah tersebut bertujuan menjaring figur pemimpin yang memiliki kapasitas strategis. Tidak hanya memahami regulasi, calon deputi di harapkan mampu membaca peluang industri. Selain itu, kemampuan membangun jejaring dan kolaborasi lintas sektor menjadi aspek krusial. Dengan kepemimpinan yang tepat, kebijakan di harapkan lebih responsif terhadap kebutuhan industri olahraga nasional.

Strategi Kemenpora dalam pengembangan industri olahraga nasional tahun 2026

Menpora Erick Thohir

Peran Deputi dalam Ekosistem Industri Olahraga

Selanjutnya, posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga memiliki peran sentral dalam perumusan kebijakan. Jabatan ini menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan praktik industri. Oleh sebab itu, kemampuan menerjemahkan visi strategis ke dalam program konkret sangat di butuhkan.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa industri olahraga dan wisata olahraga memiliki potensi ekonomi yang besar. Sektor ini mampu menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, industri olahraga juga dapat meningkatkan daya tarik investasi. Dengan pengelolaan yang profesional, olahraga dapat menjadi alat diplomasi dan penguatan citra bangsa.

Implikasi terhadap Pembangunan Ekonomi Nasional

Lebih jauh, kebijakan seleksi terbuka ini memiliki implikasi luas terhadap pembangunan ekonomi nasional. Industri olahraga tidak lagi di pandang sebagai sektor pendukung. Sebaliknya, sektor ini mulai diposisikan sebagai penggerak ekonomi baru. Integrasi dengan pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi kunci keberhasilan.

Di tengah persaingan global, Indonesia membutuhkan model pembangunan yang inovatif. Oleh karena itu, pengembangan industri olahraga di nilai relevan dengan kebutuhan tersebut. Dengan memanfaatkan keunggulan sumber daya manusia dan kekayaan budaya olahraga, Indonesia berpeluang meningkatkan daya saing internasional.

Penutup

Sebagai penutup, pembukaan seleksi terbuka JPT Madya Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga yang di jadwalkan pada 3–17 Februari 2026 mencerminkan komitmen pemerintah terhadap reformasi kelembagaan. Kebijakan ini tidak hanya berorientasi pada pengisian jabatan. Lebih dari itu, langkah ini di arahkan untuk menghadirkan kepemimpinan yang visioner.

Melalui proses seleksi yang terbuka dan berbasis kompetensi, Kemenpora diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan industri olahraga yang berkelanjutan. Pada akhirnya, industri olahraga nasional diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan posisi Indonesia di tingkat global.