Persebaya Surabaya resmi memperkuat skuadnya jelang kompetisi Super League 2025–2026. Klub kebanggaan Kota Surabaya tersebut mendatangkan dua pemain asing asal Brasil sebagai bagian dari strategi pembenahan tim. Kedua pemain itu adalah Bruno Paraiba dan Jefferson Silva.

Kehadiran mereka menandai langkah awal Persebaya di bawah kepemimpinan pelatih anyar, Bernardo Tavares. Pengumuman perekrutan dilakukan secara resmi melalui media sosial klub pada 7 Januari 2026. Dalam pernyataan manajemen, Bruno Paraiba di proyeksikan sebagai ujung tombak, sedangkan Jefferson Silva akan mengisi sektor bek kiri.

Langkah ini menunjukkan komitmen Persebaya untuk tampil lebih kompetitif di musim baru. Selain itu, perekrutan pemain asing juga di sesuaikan dengan kebutuhan taktik tim.

Adaptasi Fisik dan Lingkungan Jadi Pertimbangan Utama

Meskipun sudah mengikuti sesi latihan bersama, kedua pemain tersebut belum bisa langsung di turunkan pada pertandingan terdekat. Persebaya di jadwalkan menghadapi Malut United pada 10 Januari 2026. Namun, kondisi fisik pemain menjadi alasan utama penundaan debut mereka.

Menurut Bernardo Tavares, perjalanan panjang dari Brasil menyebabkan Bruno Paraiba dan Jefferson Silva mengalami kelelahan serta jet lag. Selain itu, keduanya belum memiliki pengalaman bermain di Indonesia. Bahkan, salah satu pemain disebut belum pernah berkarier di luar Brasil sebelumnya.

Oleh karena itu, tim pelatih memilih untuk tidak terburu-buru. Pendekatan ini di nilai penting agar pemain dapat tampil optimal tanpa risiko cedera atau penurunan performa.

Proses Penyesuaian dengan Gaya Bermain Persebaya

Di sisi lain, adaptasi tidak hanya menyangkut kondisi fisik. Bernardo Tavares menekankan pentingnya pemahaman taktik dan komunikasi antarpemain. Menurutnya, pemain baru harus memahami cara bermain tim secara menyeluruh.

Selain itu, perbedaan budaya dan lingkungan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Kota Surabaya memiliki karakter dan atmosfer tersendiri yang berbeda dengan tempat asal para pemain. Dengan demikian, proses adaptasi di luar lapangan juga berpengaruh terhadap performa di dalam pertandingan. Melalui diskusi dan latihan bertahap, tim pelatih berharap pemain baru dapat menyatu dengan skuad secara alami.

Pemain asing Brasil Persebaya Surabaya menjalani latihan jelang Super League 2025–2026

Pelatih baru persebaya surabaya Bernardo Tavares

Pemain Lama Tetap Menjadi Bagian Penting Tim

Sementara itu, Bernardo Tavares mengingatkan publik agar tidak hanya menaruh harapan pada pemain baru. Ia menegaskan bahwa pemain lama tetap memiliki peran krusial dalam perjalanan Persebaya musim ini.

Menurutnya, pengembangan pemain tidak terbatas pada usia muda. Pemain berpengalaman pun tetap memiliki ruang untuk meningkatkan kualitas permainan. Oleh sebab itu, seluruh elemen tim di harapkan berkembang bersama. Pendekatan ini mencerminkan visi jangka panjang klub. Persebaya tidak hanya membangun tim untuk satu musim, tetapi juga menyiapkan fondasi berkelanjutan.

Perekrutan Berdasarkan Analisis Mendalam

Bruno Paraiba direkrut dari Cheonan City FC, klub yang berkompetisi di K-League 2 Korea Selatan. Sementara itu, Jefferson Silva sebelumnya bermain bersama Operario Ferroviario Esporte Clube di Serie B Brasil.

Bernardo Tavares menjelaskan bahwa perekrutan ini dilakukan melalui analisis mendalam. Ia mengaku telah mempelajari banyak pertandingan Persebaya untuk memahami kebutuhan tim. Dengan cara tersebut, pemain yang datang di harapkan benar-benar sesuai dengan sistem permainan.

Tantangan Regulasi Pemain Asing

Namun demikian, kedatangan dua pemain Brasil ini membuat jumlah pemain asing Persebaya menjadi 12 orang. Angka tersebut melebihi batas maksimal yang di tetapkan regulasi Super League 2025–2026, yaitu 11 pemain asing per tim.

Akibatnya, manajemen klub harus mengambil keputusan untuk melepas satu pemain asing. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi terkait hal tersebut. Meski begitu, Bernardo Tavares tetap optimistis. Menurutnya, perubahan membutuhkan proses. Oleh karena itu, Persebaya akan melangkah secara bertahap demi membangun tim yang lebih solid dan kompetitif.