Industri otomotif Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami transformasi signifikan seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik. Salah satu aktor yang menunjukkan performa menonjol dalam perubahan ini adalah BYD, produsen kendaraan listrik asal Tiongkok. Meskipun relatif baru beroperasi di Indonesia, perusahaan ini mampu mencatatkan kinerja penjualan yang kompetitif dan menembus jajaran enam besar merek mobil terlaris secara nasional.

Keberhasilan tersebut mencerminkan tingginya tingkat penerimaan konsumen terhadap kendaraan listrik, sekaligus menunjukkan efektivitas strategi bisnis yang diterapkan BYD di pasar domestik. Dalam waktu sekitar dua tahun sejak memasuki Indonesia, BYD mampu memosisikan diri sebagai salah satu pemain utama dalam segmen kendaraan ramah lingkungan.

Kinerja Penjualan dan Pangsa Pasar BYD Sepanjang 2025

Pada penutupan tahun 2025, BYD mencatatkan distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer (wholesales) sebanyak 46.711 unit. Angka ini merepresentasikan pangsa pasar sebesar 5,8 persen dari total penjualan mobil nasional. Sementara itu, penjualan langsung ke konsumen (retail) mencapai 44.342 unit dengan market share 5,3 persen.

Capaian tersebut menempatkan BYD sebagai merek mobil terlaris keenam di Indonesia. Lebih dari itu, perusahaan ini juga tercatat sebagai produsen dengan volume penjualan kendaraan listrik tertinggi di pasar nasional. Kondisi ini menegaskan dominasi BYD di segmen mobil listrik yang tengah berkembang pesat di Indonesia.

Kontribusi Denza dalam Memperkuat Posisi Pasar

Posisi BYD semakin solid apabila penjualan merek premium Denza turut diperhitungkan. Sepanjang 2025, Denza yang hanya memasarkan satu model, yakni D9, mampu mencatatkan wholesales sebanyak 7.474 unit dan penjualan retail sebesar 7.324 unit.

Meskipun portofolio produknya terbatas, performa Denza menunjukkan bahwa pasar Indonesia memiliki potensi besar untuk kendaraan listrik kelas menengah hingga premium. Kontribusi ini secara tidak langsung memperkuat total penetrasi BYD Group dalam industri otomotif nasional.

BYD mencatat pertumbuhan pesat di pasar mobil listrik Indonesia

BYD, produsen kendaraan listrik asal China, sukses meraih posisi enam besar di pasar otomotif Indonesia dengan penjualan 46.711 unit pada 2025.

Strategi Produk dan Pendekatan Pasar yang Adaptif

Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak terlepas dari strategi menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen lokal. Selama dua tahun beroperasi, BYD secara konsisten meluncurkan lini kendaraan yang relevan dengan karakteristik pasar Indonesia.

Pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga membawa visi jangka panjang mengenai mobilitas berkelanjutan. BYD menempatkan kendaraan listrik sebagai solusi masa depan yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon.

Pembangunan Ekosistem dan Investasi Infrastruktur

Selain ekspansi produk, BYD juga menaruh perhatian besar pada pembangunan ekosistem kendaraan listrik. Upaya ini mencakup edukasi publik, perluasan jaringan distribusi dan layanan purna jual, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di industri otomotif nasional.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, BYD saat ini tengah membangun pabrik perakitan kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun dengan nilai investasi mencapai Rp11,2 triliun. Pabrik ini di laporkan telah memasuki tahap akhir pembangunan dan di targetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2026.

Keberadaan pabrik ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat rantai pasok domestik, serta membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal.

Portofolio Kendaraan Listrik BYD di Indonesia

Hingga saat ini, BYD telah menghadirkan beragam model kendaraan listrik di Indonesia, antara lain M6, Atto 1, Atto 3, Dolphin, e6, Sealion 7, dan Seal. Sementara itu, Denza hanya memasarkan model D9. Keberagaman produk tersebut memungkinkan BYD menjangkau berbagai segmen konsumen, mulai dari penggunaan pribadi hingga kebutuhan transportasi keluarga dan komersial.

Secara keseluruhan, keberhasilan BYD di Indonesia menunjukkan bahwa kendaraan listrik memiliki prospek cerah di pasar otomotif nasional. Dengan kombinasi strategi produk yang adaptif, pembangunan ekosistem, serta investasi infrastruktur, BYD berpotensi menjadi salah satu penggerak utama transformasi mobilitas berkelanjutan di Indonesia.