Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) – terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran menyusul laporan serangan bersenjata melalui udara di sejumlah kota. Pemerintah Indonesia mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah tersebut agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi ketentuan yang berlaku di negara setempat.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan negara terhadap warga negaranya di tengah dinamika geopolitik yang berkembang cepat di kawasan Timur Tengah. Melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran, pemerintah memastikan komunikasi dengan WNI tetap berjalan secara intensif.
KBRI Tehran Pastikan Terjadi Serangan Udara
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari KBRI Tehran, telah terjadi serangan bersenjata melalui udara sekitar pukul 09.45 waktu setempat di beberapa kota di Iran.
Informasi tersebut di peroleh dari hasil pemantauan langsung serta koordinasi dengan otoritas terkait. Meski demikian, hingga saat ini KBRI masih terus mengumpulkan data lengkap mengenai dampak serangan terhadap WNI yang berada di wilayah terdampak.
KBRI Tehran juga telah mengeluarkan surat edaran terbaru yang berisi panduan keselamatan, langkah antisipatif, serta prosedur darurat yang perlu di perhatikan oleh seluruh WNI di Iran. Edaran tersebut menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi eskalasi keamanan.
Pemerintah Lakukan Penilaian Menyeluruh Situasi Keamanan
Kemlu RI menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi komprehensif terhadap situasi keamanan di Iran. Penilaian tersebut mencakup analisis perkembangan militer, kondisi politik, serta potensi dampaknya terhadap keselamatan warga negara Indonesia.
Yvonne Mewengkang menyatakan bahwa langkah-langkah strategis akan segera di ambil apabila situasi menunjukkan peningkatan risiko. Fokus utama pemerintah adalah memastikan perlindungan maksimal bagi WNI, termasuk kemungkinan penyusunan rencana kontingensi apabila di perlukan.
Selain itu, WNI yang menghadapi kondisi darurat di imbau segera menghubungi hotline KBRI Tehran yang telah di sediakan untuk memberikan bantuan cepat dan respons tanggap.

Ledakan guncang ibu kota Teheran Iran.
Latar Belakang Serangan dan Ketegangan AS-Iran
Sebelumnya, sejumlah media internasional melaporkan bahwa Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Operasi tersebut di sebut sebagai serangan kedua yang dilakukan pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah aksi militer sebelumnya pada Juni 2025.
Presiden Trump menyatakan bahwa operasi militer berskala besar tersebut bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional Amerika Serikat. Ia menyebut adanya ancaman yang berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran sebagai alasan utama dilakukannya serangan.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang telah berlangsung cukup lama, terutama terkait program nuklir Iran yang menjadi perhatian komunitas internasional.
Perundingan Nuklir AS-Iran dan Peran Oman
Di tengah eskalasi militer, Amerika Serikat dan Iran sebenarnya telah menjalani tiga putaran perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Iran. Proses negosiasi tersebut dimediasi oleh Oman sebagai pihak penengah.
Putaran pertama dan kedua di laksanakan di Muscat dan Jenewa pada awal bulan ini. Agenda utama pembahasan berfokus pada pembatasan tingkat pengayaan uranium serta pengurangan persediaan uranium Iran. Sebagai imbalannya, di bahas pula kemungkinan pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran.
Sementara itu, putaran ketiga perundingan berlangsung pada Kamis (26/2) di Jenewa. Dalam perkembangan terbaru, Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Al-Busaidi, menyampaikan bahwa kedua pihak menyepakati kebijakan tanpa penimbunan uranium yang di perkaya. Kesepakatan tersebut mencakup pengurangan stok uranium ke tingkat paling rendah serta konversinya menjadi bahan bakar permanen.
Proses tersebut berada di bawah verifikasi penuh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), guna memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap kesepakatan internasional.
Imbauan Keselamatan bagi WNI di Tengah Situasi Geopolitik
Melihat dinamika yang terjadi, Kemlu RI menekankan pentingnya disiplin dan kewaspadaan bagi seluruh WNI di Iran. Beberapa langkah preventif yang di anjurkan meliputi:
-
Menghindari lokasi yang berpotensi menjadi sasaran konflik
-
Memantau informasi resmi dari KBRI Tehran
-
Menyiapkan dokumen penting dan perlengkapan darurat
-
Menjaga komunikasi aktif dengan pihak keluarga di Indonesia
Pemerintah Indonesia melalui Kemlu dan KBRI Tehran menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan perlindungan kepada warga negara di luar negeri.
Situasi keamanan di Iran masih terus berkembang dan memerlukan pemantauan berkelanjutan. Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah dan WNI di wilayah tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan keselamatan bersama.