Banjir yang kembali melanda wilayah Cilincing, Jakarta Utara, membawa dampak serius bagi keselamatan warga. Di tengah upaya masyarakat memulihkan kondisi rumah pascabanjir, sebuah peristiwa tragis terjadi. Tiga orang warga di laporkan meninggal dunia dengan dugaan kuat akibat sengatan listrik. Kejadian ini menambah daftar risiko fatal yang sering muncul saat banjir melanda kawasan padat penduduk.
Secara umum, banjir tidak hanya menyebabkan kerugian materiil. Lebih dari itu, kondisi lingkungan yang tidak aman juga meningkatkan potensi kecelakaan. Salah satu ancaman paling berbahaya adalah instalasi listrik yang masih aktif di tengah genangan air. Situasi inilah yang di duga menjadi penyebab utama meninggalnya para korban.
Kronologi Kejadian di Wilayah Terdampak
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 12 Januari 2026. Saat itu, genangan air masih menyisakan dampak di sejumlah permukiman. Dua korban yang merupakan pasangan suami istri di ketahui tinggal di kawasan Semper Barat. Sementara itu, satu korban lainnya berasal dari wilayah Kalibaru.
Pada saat kejadian, pasangan suami istri tersebut sedang membersihkan rumah mereka. Aktivitas ini dilakukan setelah banjir mulai surut. Namun demikian, kondisi rumah yang masih basah di duga memicu bahaya tersembunyi. Arus listrik yang belum sepenuhnya aman di duga menyebabkan korsleting. Akibatnya, kedua korban tersengat listrik dan meninggal dunia di lokasi.
Di sisi lain, korban ketiga juga di duga mengalami kejadian serupa. Meski detail aktivitasnya tidak di jelaskan secara rinci, dugaan sementara tetap mengarah pada sengatan listrik. Hal ini menunjukkan bahwa risiko serupa dapat terjadi di berbagai titik wilayah terdampak banjir.

Ilustrasi Jenazah
Penanganan Aparat dan Keputusan Keluarga
Setelah kejadian tersebut, aparat kepolisian segera melakukan penanganan awal. Proses identifikasi korban dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Selain itu, pihak kepolisian juga menawarkan tindakan autopsi dan visum guna memastikan penyebab pasti kematian.
Namun, keluarga korban memutuskan untuk menolak tindakan tersebut. Keputusan ini di ambil karena keluarga meyakini bahwa korban meninggal akibat tersetrum listrik. Keyakinan tersebut di dasarkan pada kondisi lokasi dan kronologi kejadian yang di ketahui oleh pihak keluarga.
Oleh karena itu, jenazah para korban langsung di serahkan kepada keluarga. Proses penyerahan di lakukan secara resmi. Aparat menyatakan bahwa keputusan keluarga di hormati sepenuhnya. Dengan demikian, tidak ada tindakan medis lanjutan yang di lakukan terhadap jenazah.
Ancaman Listrik dalam Situasi Banjir
Kejadian ini kembali menegaskan bahwa listrik merupakan ancaman serius saat banjir. Air yang menggenangi rumah dan lingkungan sekitar dapat menghantarkan arus listrik dengan cepat. Bahkan, instalasi listrik yang terlihat aman sekalipun dapat berubah menjadi sumber bahaya.
Selain itu, banyak rumah warga yang belum di lengkapi sistem pengaman listrik yang memadai. Kabel yang terkelupas, stop kontak yang terendam, serta peralatan elektronik yang basah dapat memicu sengatan listrik. Kondisi ini sering kali tidak di sadari oleh masyarakat.
Di sisi lain, aktivitas pembersihan rumah pascabanjir kerap dilakukan tanpa pemeriksaan keamanan terlebih dahulu. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika aliran listrik belum di matikan sepenuhnya.
Pentingnya Edukasi dan Upaya Pencegahan
Oleh sebab itu, edukasi keselamatan menjadi hal yang sangat penting. Masyarakat perlu memahami bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama setelah banjir. Pemadaman listrik sementara sebelum membersihkan rumah merupakan langkah dasar yang seharusnya dilakukan.
Selain peran masyarakat, pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab besar. Pemeriksaan jaringan listrik di wilayah terdampak banjir perlu dilakukan secara menyeluruh. Dengan demikian, potensi bahaya dapat di minimalkan sejak dini.
Lebih jauh lagi, kolaborasi antara pemerintah, petugas listrik, dan warga sangat di butuhkan. Pencegahan yang berbasis keselamatan tidak hanya mengurangi risiko korban jiwa. Namun, langkah tersebut juga meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana serupa di masa mendatang.