Penanganan Korban – Bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan warga serta stabilitas lingkungan sekitar. Menanggapi peristiwa tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim SAR gabungan melakukan berbagai langkah penanganan darurat yang terfokus pada pencarian korban, identifikasi jenazah, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Upaya ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur terkait demi memastikan penanganan berjalan optimal dan berkelanjutan.

Proses Identifikasi Korban oleh Tim DVI

Salah satu tahapan krusial dalam penanganan pascabencana adalah proses identifikasi korban meninggal dunia. BNPB menyampaikan bahwa Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 20 jenazah korban longsor. Proses identifikasi di lakukan dengan mengedepankan standar forensik yang berlaku guna memastikan keakuratan data korban. Jenazah yang telah teridentifikasi tersebut selanjutnya di serahkan kepada pihak keluarga untuk di makamkan sesuai dengan ketentuan dan tradisi masing-masing.

Berdasarkan laporan sementara, hingga Senin malam, tim SAR gabungan telah mengevakuasi puluhan kantong jenazah dari lokasi bencana dan mengirimkannya ke pos DVI. Namun demikian, sebagian jenazah masih memerlukan proses identifikasi lanjutan karena keterbatasan kondisi fisik korban maupun faktor lingkungan. Hal ini menunjukkan kompleksitas penanganan korban pada bencana tanah longsor yang umumnya melibatkan material berat dan area yang sulit di jangkau.

Kelanjutan Operasi Pencarian dan Pertolongan

Operasi pencarian dan pertolongan korban longsor tidak berhenti pada tahap awal evakuasi. BNPB menegaskan bahwa kegiatan pencarian di lanjutkan secara intensif pada hari berikutnya dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan keamanan lokasi. Pencarian di mulai sejak pagi hari dengan strategi perluasan area kerja guna meningkatkan peluang menemukan korban yang masih tertimbun material longsor.

Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh korban dapat di temukan dan di tangani secara layak. Operasi SAR di laksanakan dengan prinsip kehati-hatian tinggi mengingat potensi longsor susulan serta kondisi tanah yang masih labil.

Proses identifikasi korban longsor Bandung Barat oleh tim DVI BNPB

LONGSOR CISARUA: Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang di temukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).

Pengerahan Alat Berat dan Kekuatan Personel

Dalam mendukung efektivitas pencarian, BNPB mengerahkan sejumlah alat berat berupa ekskavator yang di fokuskan pada beberapa sektor pencarian utama. Penggunaan alat berat bertujuan untuk memindahkan material longsor yang sulit di atasi dengan peralatan manual, sekaligus mempercepat proses pembukaan akses ke titik-titik yang di duga menjadi lokasi korban.

Selain alat berat, keterlibatan personel juga menjadi elemen penting dalam operasi ini. Ratusan personel dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, relawan, serta tenaga medis, terlibat secara aktif dalam pencarian, evakuasi, dan pengamanan area. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan pentingnya sinergi dalam penanganan bencana berskala besar.

Kondisi Pengungsian Warga Terdampak

Di samping fokus pada korban meninggal, perhatian serius juga di berikan kepada warga yang harus mengungsi akibat bencana. BNPB mencatat ratusan jiwa mengungsi di beberapa fasilitas umum yang di jadikan tempat penampungan sementara. Lokasi pengungsian di pilih berdasarkan aspek keamanan, aksesibilitas, serta ketersediaan fasilitas pendukung bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Pemantauan kondisi pengungsian dilakukan secara berkala untuk memastikan lingkungan tetap layak huni dan tidak menimbulkan masalah kesehatan baru. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial dan psikologis warga terdampak bencana.

Distribusi Bantuan Logistik dan Kebutuhan Dasar

Sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi masyarakat, BNPB menyalurkan berbagai bantuan logistik kepada para pengungsi. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan tidur, serta alat kebersihan guna menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan pengungsian. Distribusi bantuan di lakukan secara terkoordinasi agar tepat sasaran dan merata.

BNPB menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak akan terus di lakukan selama masa tanggap darurat berlangsung. Pendekatan ini di harapkan dapat meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan kondisi sosial pascabencana.