Perusahaan teknologi asal Taiwan, Asus, secara resmi memastikan bahwa mereka tidak akan meluncurkan produk smartphone baru sepanjang tahun ini. Keputusan tersebut memperkuat spekulasi bahwa Asus tengah melakukan langkah strategis untuk keluar secara bertahap dari bisnis ponsel pintar. Pernyataan ini sekaligus menandai perubahan besar dalam arah bisnis perusahaan yang selama bertahun-tahun di kenal melalui lini Zenfone dan ROG Phone.

Konfirmasi mengenai penghentian peluncuran smartphone baru di sampaikan langsung oleh Chairman Asus, Jonney Shih. Dalam sebuah acara yang di gelar di Taipei Nangang Exhibition Center pada pertengahan Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Shih menegaskan bahwa Asus tidak lagi memiliki rencana untuk menambah model ponsel baru di masa mendatang. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan sedang merombak portofolio bisnisnya secara signifikan.

Layanan Purna Jual Tetap Berjalan untuk Produk yang Beredar

Meskipun Asus memutuskan untuk menghentikan pengembangan dan peluncuran smartphone baru. Perusahaan menegaskan komitmennya terhadap konsumen yang telah menggunakan produk ponsel Asus. Layanan purna jual akan tetap di berikan untuk perangkat yang sudah beredar di pasar. Layanan tersebut mencakup dukungan perawatan perangkat, pembaruan perangkat lunak. Serta pemenuhan kewajiban garansi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Langkah ini menunjukkan bahwa Asus tetap berupaya menjaga kepercayaan pengguna, meskipun fokus bisnisnya mulai bergeser. Dengan tetap menyediakan dukungan teknis dan layanan purna jual, Asus berupaya memastikan pengalaman pengguna tetap terjaga dan tidak terdampak langsung oleh perubahan strategi perusahaan.

Penurunan Aktivitas Asus di Pasar Smartphone

Dalam beberapa tahun terakhir, kehadiran Asus di pasar smartphone global memang terlihat semakin berkurang. Lini Zenfone yang sebelumnya menjadi andalan perusahaan mengalami pemangkasan jumlah model. Sementara seri ROG Phone yang menyasar segmen gaming juga di luncurkan dengan frekuensi yang semakin jarang.

Sepanjang tahun 2025, Asus hanya memperkenalkan dua model smartphone, yaitu ROG Phone 9 FE dan Zenfone 12 Ultra. Namun, kedua perangkat tersebut di laporkan tidak mampu mencatatkan performa penjualan yang memuaskan. Lemahnya respons pasar menjadi salah satu indikator bahwa posisi Asus di industri smartphone semakin tertekan oleh persaingan yang ketat dari merek-merek lain.

Ilustrasi Asus menghentikan produksi HP dan mengalihkan fokus ke PC serta pengembangan robot AI dan teknologi kecerdasan buatan

Jonney Shih, Chairman Asus

Pengalihan Fokus ke PC Komersial dan Teknologi AI

Seiring dengan keputusan untuk menghentikan pengembangan smartphone, Asus mulai mengalihkan sumber daya riset dan pengembangan ke sektor lain yang di nilai lebih menjanjikan. Jonney Shih mengungkapkan bahwa tim pengembangan yang sebelumnya menangani produk ponsel akan di fokuskan pada bisnis PC komersial serta proyek kecerdasan buatan berbasis perangkat fisik.

Beberapa bidang yang di sebut memiliki potensi besar antara lain robotika dan pengembangan kacamata pintar. Langkah ini menunjukkan bahwa Asus ingin memanfaatkan keahlian teknologinya untuk memperkuat posisi di sektor inovasi masa depan yang memiliki prospek pertumbuhan lebih stabil.

Kinerja Keuangan dan Tantangan Industri Teknologi

Keputusan strategis Asus juga tidak terlepas dari kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun 2025. Asus berhasil mencatatkan pendapatan sebesar 738,91 miliar dolar Taiwan, atau setara dengan sekitar Rp 396 triliun. Angka tersebut mengalami pertumbuhan signifikan di bandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengembangkan lini bisnis non-smartphone.

Bisnis kecerdasan buatan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut, dengan tingkat pertumbuhan yang mencapai dua kali lipat dari target internal perusahaan. Namun demikian, Asus juga menghadapi tantangan eksternal, seperti kenaikan harga memori RAM yang berdampak luas pada industri teknologi global. Perusahaan menyatakan akan mengantisipasi kondisi tersebut melalui optimalisasi desain produk dan kerja sama yang lebih erat dengan rantai pasok.

Perubahan Strategi sebagai Upaya Adaptasi Jangka Panjang

Langkah Asus untuk menghentikan peluncuran smartphone baru dapat di pandang sebagai bagian dari strategi adaptasi jangka panjang. Dengan memusatkan perhatian pada segmen bisnis yang di nilai lebih berkelanjutan, Asus berupaya menjaga daya saing dan stabilitas perusahaan di tengah dinamika industri teknologi yang terus berubah.

Keputusan ini menandai berakhirnya satu fase penting dalam perjalanan Asus di pasar smartphone, sekaligus membuka babak baru dalam pengembangan teknologi PC dan kecerdasan buatan.