Tragedi Lansia Meninggal Dunia – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kembali menimbulkan korban jiwa. Seorang perempuan lanjut usia di laporkan meninggal dunia setelah terpeleset dan tenggelam di rumahnya yang masih tergenang sisa air banjir. Peristiwa ini terjadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, dan menjadi pengingat serius akan bahaya laten yang masih mengintai masyarakat pascabanjir, khususnya kelompok rentan seperti lansia.

Kejadian tersebut berlangsung pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, saat aktivitas warga mulai kembali normal setelah banjir berangsur surut. Meski kondisi air sudah tidak setinggi sebelumnya, sisa genangan dan permukaan lantai yang licin masih menyimpan risiko tinggi bagi keselamatan penghuni rumah.

Kronologi Kejadian di Desa Karangligar

Korban berinisial E (80), seorang warga setempat, di temukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumahnya yang berada di Dusun Kampek, Desa Karangligar. Berdasarkan keterangan awal dari pihak kepolisian, korban di duga terjatuh dari bale-bale atau tempat duduk di dalam rumahnya.

Faktor usia lanjut serta keterbatasan fisik diduga menyebabkan korban tidak mampu bangkit kembali setelah terjatuh. Kondisi tersebut di perparah dengan adanya genangan air sisa banjir di dalam rumah, yang akhirnya menyebabkan korban tenggelam dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Saksi di sekitar lokasi menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kejadian ini murni di duga sebagai kecelakaan akibat kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya aman pascabanjir.

Baru Kembali dari Pengungsian

Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban di ketahui sempat mengungsi ke rumah keluarganya di wilayah Margamulya, Kecamatan Telukjambe Barat. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menyelamatkan diri dari dampak banjir yang sebelumnya merendam kawasan tempat tinggalnya.

Namun, setelah kondisi air di nilai mulai surut, korban meminta untuk di antar kembali ke rumahnya. Keputusan tersebut kemungkinan di dorong oleh keinginan korban untuk kembali ke lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Sayangnya, tidak lama setelah kembali ke rumah, korban di temukan telah meninggal dunia.

Seorang warga bernama Wardi (50) menjadi orang pertama yang menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa. Penemuan tersebut kemudian segera di laporkan kepada aparat setempat untuk di tindaklanjuti.

Ilustrasi korban tenggelam akibat sisa genangan banjir di kawasan permukiman Karawang.

Ilustrasi Tenggelam

Tindakan Aparat Kepolisian

Menindaklanjuti laporan warga, petugas dari Polres Karawang bersama Polsek Telukjambe Barat langsung mendatangi lokasi kejadian. Aparat melakukan serangkaian prosedur, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pengamanan area, hingga pendataan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban serta memastikan tidak adanya unsur lain di luar kecelakaan. Dari hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan murni akibat kondisi pascabanjir dan keterbatasan fisik korban.

Banjir Karawang dan Dampaknya terhadap Kelompok Rentan

Kasus meninggalnya lansia di Desa Karangligar menambah daftar korban jiwa akibat banjir di Kabupaten Karawang sepanjang bulan Januari. Tercatat, setidaknya tiga orang meninggal dunia dalam periode tersebut dengan penyebab utama tenggelam di area terdampak banjir.

Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak bencana tidak hanya terjadi saat banjir berlangsung, tetapi juga berlanjut pada fase pascabanjir. Kelompok lanjut usia menjadi salah satu kelompok paling rentan karena keterbatasan mobilitas, daya tahan tubuh, serta kemampuan merespons kondisi darurat.

Pentingnya Kewaspadaan Pascabanjir

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan setelah banjir surut. Lingkungan rumah yang tampak aman belum tentu sepenuhnya bebas dari bahaya. Lantai yang licin, sisa genangan air, serta perabot rumah yang bergeser dapat memicu kecelakaan, terutama bagi lansia.

Keluarga yang memiliki anggota berusia lanjut di harapkan memberikan pengawasan ekstra dan memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum di huni kembali. Langkah pencegahan sederhana seperti mengeringkan lantai, memastikan pencahayaan cukup, dan mendampingi lansia saat beraktivitas dapat meminimalkan risiko kecelakaan fatal.

Peristiwa ini menjadi refleksi penting bagi semua pihak bahwa mitigasi bencana tidak berhenti saat air surut, tetapi harus berlanjut hingga kondisi lingkungan benar-benar aman bagi seluruh lapisan masyarakat.