Gubernur Jakarta – Pramono Anung, melakukan kunjungan langsung ke lokasi pengungsian warga terdampak banjir. Di wilayah Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (24/1). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap masyarakat. Yang terdampak bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Lokasi pengungsian yang di kunjungi berada di Masjid Jami Baitul Rahman. Yang sementara di fungsikan sebagai tempat perlindungan bagi warga yang rumahnya terendam banjir. Kehadiran Gubernur Jakarta di lokasi tersebut di sambut antusias oleh warga. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, yang menyampaikan aspirasi serta harapan secara langsung.
Pendampingan Pejabat Daerah dalam Penanganan Banjir
Dalam kunjungannya, Pramono Anung di dampingi oleh sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Jakarta. Antara lain Wali Kota Jakarta Barat, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), Kepala Dinas Kesehatan, serta Kepala Dinas Sosial. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam memastikan penanganan banjir berjalan secara terpadu dan responsif.
Berdasarkan data yang di himpun di lokasi, terdapat sekitar 45 kepala keluarga dengan total 177 jiwa yang mengungsi di titik tersebut. Para pengungsi terdiri dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan lansia, yang membutuhkan perhatian khusus terkait kesehatan dan kebutuhan dasar sehari-hari.
Kondisi Pengungsi dan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Gubernur Jakarta menyampaikan bahwa secara umum kondisi para pengungsi berada dalam keadaan baik dan sehat. Meskipun sebagian warga baru berada di pengungsian selama satu hingga dua hari, pemerintah daerah memastikan pelayanan kesehatan dan logistik tetap tersedia secara memadai.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Jakarta menyalurkan berbagai bantuan kebutuhan pokok kepada para pengungsi. Bantuan tersebut meliputi bahan pangan seperti beras, minyak goreng, dan mi instan, serta perlengkapan tidur berupa kasur lipat, matras, dan selimut. Selain itu, disalurkan pula paket kebutuhan keluarga (family kit), pakaian anak-anak, serta bantuan tambahan dari PMI DKI Jakarta berupa minyak penghangat tubuh yang dinilai sangat dibutuhkan oleh warga di lokasi pengungsian.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di area banjir Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Aspirasi Warga dan Penanganan Genangan Air
Dalam dialog dengan warga, Gubernur Jakarta menerima aspirasi terkait kondisi genangan air yang masih terjadi di sejumlah titik wilayah Rawa Buaya. Meskipun ketinggian air di laporkan mulai berangsur surut, warga berharap pemerintah dapat mempercepat proses pengeringan agar mereka dapat segera kembali ke rumah masing-masing dan melanjutkan aktivitas sehari-hari.
Menanggapi hal tersebut, Pramono Anung secara langsung menginstruksikan Kepala Dinas SDA Jakarta untuk melakukan penambahan unit pompa air di lokasi terdampak. Langkah ini diambil sebagai upaya teknis untuk mempercepat penurunan volume air dan meminimalkan dampak lanjutan akibat banjir.
Penambahan Pompa Air sebagai Langkah Mitigasi
Sebagai tindak lanjut dari instruksi tersebut, Dinas SDA Jakarta segera menambah jumlah pompa air yang beroperasi di wilayah Rawa Buaya. Dari sebelumnya hanya tersedia beberapa unit, kini jumlah pompa air yang beroperasi meningkat menjadi tujuh unit. Penambahan ini di harapkan mampu mengoptimalkan proses penyedotan air dan mempercepat pemulihan lingkungan permukiman warga.
Upaya ini sekaligus mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Jakarta dalam meningkatkan kapasitas mitigasi bencana. Khususnya banjir, yang masih menjadi tantangan utama di wilayah perkotaan. Pendekatan respons cepat dan kehadiran langsung pimpinan daerah di lapangan di nilai penting untuk memastikan kebijakan berjalan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
Interaksi Sosial dan Respons Masyarakat
Kedatangan Gubernur Jakarta di lokasi pengungsian di sambut hangat oleh warga. Anak-anak tampak antusias meminta berfoto bersama, sementara para ibu menyampaikan sapaan dan ungkapan harapan secara langsung. Interaksi ini menciptakan suasana emosional yang positif dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah dalam situasi darurat.
Secara keseluruhan, kunjungan ini menjadi gambaran nyata dari upaya pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Khususnya dalam konteks penanganan bencana. Kehadiran pemimpin daerah, penyaluran bantuan, serta langkah teknis yang di ambil menunjukkan pendekatan komprehensif dalam merespons dampak banjir di wilayah Jakarta Barat.