Wilayah Sulawesi Tengah kembali mengalami aktivitas seismik pada Sabtu pagi, 17 Januari 2026. Tercatat terjadi tiga kali gempa bumi dalam rentang waktu yang berdekatan di beberapa titik berbeda. Peristiwa ini menambah catatan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut yang memang di kenal sebagai salah satu zona rawan gempa di Indonesia.
Informasi terkait kejadian gempa ini di sampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui kanal resmi mereka. BMKG secara rutin memberikan pembaruan mengenai kejadian gempa bumi untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya di wilayah dengan potensi seismik tinggi seperti Sulawesi Tengah.
Gempa Pertama Terjadi di Sekitar Morowali
Gempa bumi pertama di laporkan terjadi pada pukul 07.17 WIB. Berdasarkan data awal BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 2,89 derajat Lintang Selatan dan 121,85 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di wilayah daratan, sekitar 21 kilometer arah barat daya Morowali.
Gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 2,4 dengan kedalaman hiposentrum sekitar 3 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal menunjukkan bahwa sumber gempa berada dekat dengan permukaan bumi. Meskipun bermagnitudo kecil, gempa dangkal sering kali tetap di rasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa.
Aktivitas Gempa Kedua di Wilayah Sigi
Tidak lama berselang, gempa bumi kedua terjadi pada pukul 07.52 WIB. Pusat gempa ini terletak pada koordinat 1,14 derajat Lintang Selatan dan 120,30 derajat Bujur Timur. Berdasarkan pemetaan lokasi, pusat gempa berada di darat, tepatnya sekitar 53 kilometer arah timur laut Sigi.
Gempa kedua tercatat memiliki magnitudo 2,3 dengan kedalaman 3 kilometer. Karakteristik gempa ini relatif mirip dengan gempa pertama, baik dari sisi kekuatan maupun kedalamannya. Aktivitas gempa dengan magnitudo kecil seperti ini umumnya berkaitan dengan pergerakan sesar lokal yang aktif di wilayah Sulawesi Tengah.

Foto: ilustrasi gempa
Gempa Ketiga Berlokasi di Sekitar Poso
Selang satu menit setelah gempa kedua, gempa ketiga kembali terjadi pada pukul 07.53 WIB. Lokasi pusat gempa berada pada koordinat 1,14 derajat Lintang Selatan dan 120,32 derajat Bujur Timur. Pusat gempa teridentifikasi berada di darat, sekitar 55 kilometer barat laut Poso.
Gempa ketiga ini memiliki magnitudo 2,1 dengan kedalaman mencapai 4 kilometer. Meskipun kekuatannya paling kecil di banding dua gempa sebelumnya, kemunculannya dalam waktu yang berdekatan menunjukkan adanya rangkaian aktivitas seismik di kawasan tersebut.
Penjelasan dan Imbauan dari BMKG
BMKG menegaskan bahwa informasi yang di sampaikan bersifat sementara. Dalam keterangannya melalui akun media sosial resmi, BMKG menyertakan pernyataan bahwa data gempa di sampaikan dengan mengutamakan kecepatan. Oleh karena itu, hasil pengolahan data masih dapat berubah seiring masuknya data tambahan dan proses verifikasi lanjutan.
Hingga saat ini, belum terdapat laporan resmi mengenai penyebab spesifik dari rangkaian gempa tersebut maupun dampak yang di timbulkan di wilayah terdampak. Tidak ada informasi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa yang di terima pada saat laporan ini di susun.
Potensi Gempa di Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah berada di wilayah pertemuan beberapa lempeng tektonik besar dan dilalui oleh sejumlah sesar aktif, seperti Sesar Palu-Koro. Kondisi geologis ini menjadikan wilayah tersebut memiliki tingkat aktivitas gempa yang cukup tinggi. Oleh karena itu, masyarakat di imbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.
BMKG terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Informasi lanjutan akan di sampaikan kepada publik apabila terdapat perkembangan baru terkait kejadian gempa tersebut.